4 Manfaat Hubungan Internasional Bagi Suatu Bangsa

Kali ini kita akan beri jawaban 4 manfaat hubungan internasional bagi suatu bangsa. Pelajaran mengenai hubungan internasional kini telah kian dirasa penting sebab dunia ini, dengan adanya teknologi yang kian maju, lebih saling terhubung. Ini merupakan disiplin akademis yang mampunyai fokusnya itu pada interaksi aktor dalam politik international, yang mana termasuknya adalah negara dan aktor non negara, sebagaimana PBB, dan IMF.

Kalian bisa membayangkan bila hidup di ruang yang terbatas dengan kelompok yang lainnya dengan sumber daya yang terbatas. Lebih lanjut, ditambah lagi bila tak terdapat penegakan hukum dan bahwa satu satunya hukum tersebut yakni perjanjian yang ada di antara individu dan self help merupakan satu satunya cara penegakan hukum. Singkatnya, setiap orang bisa mengerjakan apa saja yang diinginkannya cuma tunduk pada apa yang orang lain kerjakan di ruang itu. Kondisi ini telah kasih Anda gambaran mengenai dunia tempat negara tinggal.

Hubungan internasional memperlibatkan studi mengenai persoalan semisal kebijakan luar negeri, konflik dan negosiasi internasional, perang, proliferasi nuklir, terorisme, perdagangan dan ekonomi internasional, dan pembangunan internasional, di antara mata pelajaran lain. Sebagaimana yang kalian kira, ruang lingkup hubungan internasional ‘membutuhkan pendekatan interdisipliner, menggambar di atas bidang ekonomi, hukum, ilmu politik, sosiologi, teori permainan, dan bahkan psikologi.

Terdapat macam macam aliran pemikiran di bidang hubungan internasional. Berikut ini adalah beberapa contohnya yang bisa kalian baca. Pertama, Liberalisme : yakni aliran pemikiran dan kantongi pendapat bahwa negara-negara terdapat di lingkungan anarki, semisal yang telah di suguhkan di atas, dan khususnya bertindak demi kepentingan diri sendiri. Liberalisme ini memiliki pendapatnya, kalau bertindak dalam kepentingan mereka sendiri dengan bekerja sama, yang bakal tingkatkan prediktabilitas dan transparansi di panggung dunia anarkis. Semisal, lembaga-lembaga, sebutkan saja PBB, telah membuat negara-negara berkumpul bersama secara sengaja untuk mencoba memecahkan persoalan persoalan yang tidak bisa dianggap mudah yang memberikan pengaruh pada stabilitas global dan kepentingan masyarakat internasional.

4 Manfaat Hubungan Internasional Bagi Suatu Bangsa

Realisme, sebagaimana halnnya dengan liberalisme, mengungkapkan kalau bahwa negara-negara hidup di dunia anarkis dan bertindak demi kepentingan mereka sendiri. Tetapi, tidak sebagaimana halnya para liberal, realis tidak setuju dengan kerja sama. Realis memiliki pendapatnya itu, yakni kalau seluruh negara fokus pada kelangsungan hidup lewat perolehan kekuasaan dan mencegah negara-negara lain dari meraih kekuatan lebih dari yang mereka punya. Semisal, sejumlah negara sudah menyerbu tetangganya atau membangun koloni di masa lalu untuk meraih sumber daya guna untuk bisa tingkatkan kekuatan mereka.

Konstruktivisme telah ambil pendekatan sosiologis terhadap hubungan internasional. Konstruktivis memfokuskannya pada bagaimana identitas nasional dibentuk untuk memahami kepentingan nasional. Semisal, negara-negara yang punya ciri khas atau ciri-ciri umum, semisal demokrasi dan kapitalisme, condong untuk melihat satu sama lain dalam hal positif, sedangakn negara melihat tanpa adanya ciri khas bersama ini kerap mengidentifikasi dalam istilah negatif. Dengan demikian, negara-negara dengan identitas yang serupa mungkin cenderung bersosialisasi secara positif dengan satu sama lain, sementara bermusuhan dengan negara-negara yang memiliki identitas yang sangat berbeda. Konstruktivisme sudah kasih sejumlah wawasan penting dalam memahami konflik berdasarkan etnis, agama, dan terorisme.

Empat Manfaat Hubungan Internasional

  1. Menjalin hubungan persahabatan dengan negara lain
  2. Ikut peran dalam perekonomian dunia
  3. Mendapatkan pengalaman dan ilmu baru dari negara lain
  4. Menjaga perdamaian dunia