4 Sikap Positif Terhadap Kedaulatan Rakyat di Lingkungan Sekolah

Advertisement

Kali  ini kita akan sebutkan 4 sikap positif terhadap kedaulatan rakyat di lingkungan sekolah. Untuk jawabannya yang kami suguhkan adalah sebagaimana biasa, berasal dari pelajaran sekolah. Kedaulatan adalah batas tidak dapat diganggu gugat dan supremasi negara di bawah otoritas pembuat hukum tertinggi. Gagasan tentang kedaulatan berusaha melindungi suatu negara dari serangan tentara negara lain.

Karena alasan inilah negara-negara kuat tidak bisa masuk ke negara lain yang tidak mengancam atau mendikte perilaku mereka, bahkan jika mereka tidak setuju dengan beberapa kebijakan negara yang berdaulat. Misalnya: jika seseorang membawa obat-obatan ke Singapura, pemerintahnya tidak dapat mencegah negara kedaulatan tersebut menerapkan hukumnya dan mengeksekusi kurir narkoba.

Myanmar telah memenjarakan seorang wanita yang tidak bersalah karena alasan politik, tetapi negara-negara lain tidak dapat mengirim tentara ke negara berdaulat Myanmar untuk membebaskannya. Kami harus mengandalkan diplomasi. Negara-negara Barat tidak menyetujui kekerasan terhadap orang-orang tak berdosa di Zimbabwe, tetapi kita tidak bisa mengebom negara itu untuk menyingkirkan para pelakunya. Kedaulatan negara harus dihormati.

Kedaulatan rakyat adalah gagasan bahwa orang-orang dari suatu wilayah tertentu harus dapat memutuskan sendiri siapa yang akan mewakili mereka dalam pemerintahan mereka. Filosof Inggris Thomas Hobbes percaya bahwa, agar orang-orang dapat bertahan sebagai ras, mereka harus memberikan hak mereka kepada seorang penguasa yang dapat memberikan perlindungan yang mereka butuhkan untuk berkembang. Dalam hal ini, Hobbes percaya bahwa monarki absolut adalah bentuk pemerintahan yang ideal.

4 Sikap Positif Terhadap Kedaulatan Rakyat di Lingkungan Sekolah

Seorang filsuf Inggris lainnya, John Locke, percaya bahwa kekuasaan yang diberikan kepada suatu monarki atau kepada pemerintah diberikan oleh rakyat mereka. Dia menyatakan keyakinannya bahwa orang-orang masuk ke dalam kontrak sosial dengan pemerintah mereka – yaitu, bahwa mereka menyerahkan hak-hak mereka kepada penguasa mereka dengan imbalan keamanan yang dapat diberikan oleh penguasa, dan undang-undang yang diciptakan untuk melindungi warga negara.

Locke juga percaya bahwa individu diberikan hak-hak alami tertentu, seperti hak untuk memiliki properti, dan bahwa pemerintah tidak memiliki izin untuk melanggar hak-hak ini kecuali orang-orang setuju. Jika seorang raja atau penguasa otoritatif lainnya melakukan, pada kenyataannya, melanggar kontrak sosial ini dengan mengambil hak atau properti warga negara tanpa persetujuan individu itu, orang-orang kemudian memiliki hak untuk mengatur perlawanan dan, jika dianggap perlu, menggulingkan pemimpin.

Contoh sikap positif warga negara terhadap perwujudan kedaulatan rakyat :

  1. Melakukan Perbuatan yang bermanfaat bagi diri sendiri, masyarakat, bangsa dan negara baik itu dalam lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat.
  2. Mentaati hukum-hukum/peraturan yang berlaku, baik itu di masyarakat (adat istiadat) maupun negara (Undang-undang).
  3. Aktif dalam berorganisasi (seperti yang telah ditetapkan dalam UUD 1945 pasal 28 yaitu “kemerdekaan berserikat dan berkumpul mengeluarkan pendapat secara lisan dan tulisan yang akan diatur dengan undang-undang”)
  4. Selalu melakukan musyawarah bersama untuk mencapai kata mufakat. Musyawarah ini bisa dilakukan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Advertisement