Cara Nabi Muhammad SAW Menjalin Persahabatan Dengan non Muslim

Kali ini kita akan ketahui cara nabi muhammad SAW menjalin persahabatan dengan non muslim. Tentunya kita tahu bahwa Nabi Muhammad sungguh menginginkan dan berusaha untuk membangun hubungan baik dengan non-Muslim. Nabi tidak menganjurkan bahwa Muslim harus menghindari non-Muslim, meninggalkan kebencian dan menganiaya mereka.

Di Mekah, Nabi memulai karir kenabiannya di bawah perlindungan pamannya Abu Thalib, yang bukan seorang Muslim tetapi seorang pagan. Di Madinah, untuk memulai kehidupan yang baik, Nabi dan para pengikutnya menjalin hubungan persahabatan dengan orang-orang Yahudi kota. Mereka terlibat dalam hubungan komersial dengan mereka, berpartisipasi dalam suka dan duka mereka dan memberi dan menerima bantuan dari mereka.

Sahih al-Bukhari berbicara tentang bagaimana Nabi akan mengunjungi non-Muslim yang sakit untuk menanyakan tentang kesehatan mereka. Dia bertukar hadiah dengan beberapa non-Muslim. Seringkali, mereka akan menghadiri ceramahnya dan bahkan mengunjungi rumahnya. Mereka akan menanyainya dan kadang mencari nasehatnya. Contoh lain dari interaksi sosial yang dekat antara Nabi dan orang-orang dari agama lain dikutip dalam buku-buku Hadis.

Dikatakan bahwa beberapa orang Yahudi akan mengejek Nabi dengan menggunakan kata-kata buruk untuk memanggilnya, tetapi ini tidak menghalangi dia dari misinya untuk membangun hubungan persahabatan dengan tetangga non-Muslimnya. Ini karena mereka adalah orang-orang yang dia coba ajak ke jalan Tuhan, dan Tuhan telah menginstruksikan dia untuk berurusan dengan baik dengan mereka. Dari semua contoh ini jelas bahwa dalam urusan sosialnya Nabi tidak mendiskriminasi non-Muslim hanya karena mereka mengikuti agama-agama lain. Ini menunjukkan bahwa seseorang bukan Muslim seharusnya tidak menjadi alasan bagi seorang Muslim untuk tidak memiliki hubungan manusia biasa dengannya.

Cara Nabi Muhammad SAW Menjalin Persahabatan Dengan non Muslim

Ada beberapa penyebab kesalahpahaman yang berlaku tentang hubungan Nabi dengan non-Muslim. Salah satunya adalah kenyataan untuk pertempuran yang dipimpin oleh Nabi terhadap beberapa kelompok non-Muslim adalah disebabkan mereka yang non-Muslim telah memberontak melawan Nabi atau melakukan agresi. Peristiwa dalam kehidupan Nabi atau siapapun bila tidak dipahami dengan baik, maka bisa saja akan menimbulkan kesalahpahaman yang parah. Saat ini tak sedikit orang non-Muslim yang salah percaya bahwa misi dasar Nabi adalah untuk memusnahkan semua orang yang tidak menerima Islam. Peristiwa yang menjadi rujukannya itu termasuk pengiriman ke pembuangan Bani Nazir dari Madinah, dan pembunuhan anggota bersenjata dari suku Yahudi lain, Bani Quraiza.

Namun kalau memahami sejarahnya dengan benar, maka bakal diketahui bahwa kasus Bani Nazir yang muncul itu lantaran mereka melanggar perjanjian mereka dengan Nabi, dimana melanggar perjanjian itu adalah sesuatu yang bahkan di masa pra-Islam dianggap sebagai kejahatan besar, dan disamping itu Bani Nazir mencoba beberapa kali untuk membunuh Nabi. Bahkan setelah dia memaafkan mereka, mereka tidak menyerah. Tentu saja, tidak ada jalan lain kecuali mengusir mereka dari Madinah.

Nabi melakukan upaya serius untuk memiliki hubungan baik dengan non-Muslim di setiap tingkatan. Dia tidak menganggap kurangnya iman non-Muslim dalam Islam menjadi penghalang dalam hubungan sosial biasa atau interaksi dengan mereka. Kontras antara modelnya dan penguasa Muslim tertentu, misalnya, yang kasar terhadap subjek non-Muslim mereka kemudian harus ditempatkan tidak dalam ajaran Islam semata, tetapi, lebih tepatnya, dalam pencarian yang terakhir untuk kekuasaan dan keuntungan pribadi. Banyaknya perkataan tidak boleh berteman dengan non Muslim, tidak diragukan lagi, memperkuat kesalahpahaman yang dimiliki banyak orang tentang Islam, terutama tentang sikapnya terhadap non-Muslim. Kita perlu secara serius melihat kembali sejarah kehidupan Nabi ini yang memperlihatkan semangat Islam yang sejati. Jika kita gagal melakukan ini, dan sebaliknya, secara buta mematuhi resep dan perspektif radikal, kita akan melakukan tindakan yang sangat merugikan Islam dan misinya.

Menjalin Persahabatan Dengan non Muslim

  1.  Menolong non Muslim yang lemah : Contohnya adalah seperti dalam kisah pengemis tua Yahudi yang di datangi Nabi setiap hari untuk dikasih makan dan bahkan pengemis itu di suapi oleh Nabi, sementara si pengemis yang juga buta matanya itu selalu menyebut-nyebut Muhammad sebagai orang yang jahat, harus dijauhi dan sebagainya. Sampai kahirnya pengemis tersebut terkejut, saat tangan yang biasa menyuapinya selama ini berbeda pada suatu hari. Ya, tangan itu merupakan tangan Abu Bakar Ash-Shiddiq yang selalu ingin mengikuti Nabi dalam segala hal. Maka saat itulah, pengemis tersebut menerima berita bahwa tangan yang selama ini menyuapinya sudah wafat, dan tangan itu merupakan tangan Nabi Muhammad Saw.
  2. Kedua, tidak membalas kejahilannya : Saat masih di Makkah, setiap hendak ke Ka’bah, dalam perjalannanya, Nabi kerap menerima perlakuan jahil (buruk) dari seorang Yahudi yang itu dikerjakan hampir setiap kali Nabi melintas. Terhadap perlakuan buruk itu, Nabi tak membalas, beliau tetap tak menghiraukannya. Sampai suatu waktu, dimana pikir beliau akan menerima perlakuan buruk (diludahi seorang Yahudi) ternyata pada hari itu tidak. Bukannya senang, Nabi pun mencari tahu kemana gerangan si Yahudi. Usai menerima kabar bahwa Yahudi sakit, Nabi pun menjenguknya. Dan, luar biasa kaget si Yahudi, bahwa Nabi Muhammad, orang yang selama ini diperlakukan buruk, justru menjadi yang pertama menjenguknya kala ia sakit.
  3. Ketiga, memberikan perlindungan dan pemahaman Islam jika meminta : Allah Ta’ala mengintruksikan Nabi untuk kasih perlindungan kepada orang kafir yang meminta perlindungan kepadanya. Dalam Firman yang artinya ; “Dan jika seorang diantara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui” (QS: At-Taubah [9]: 6).
  4. Menghormati orang-orang non muslim
  5. Menjenguk Non Muslim yang Sakit