Dampak Globalisasi Terhadap Perilaku Masyarakat

Kali ini kita akan mengetahui dampak globalisasi terhadap perilaku masyarakat. Saat ini, pertukaran bahan, ide, institusi, dan orang-orang di seluruh dunia tumbuh secara eksponensial Fenomena ini hanyalah bagian dari tren historis jangka panjang. Dalam sejarah umat manusia, pengejaran orang-orang terhadap hal-hal yang lebih baik selalu mengilhami arus populasi, perdagangan, dan pertukaran ideologi dan budaya di seluruh dunia.

Pada tahun 1962, “Globalisasi” pertama kali muncul dalam kosakata kita. Sekarang, istilah ini telah berubah dari istilah terminologis pada waktu itu menjadi mantra hari ini. The Economist menyebutnya “kata-kata yang paling disalahgunakan pada abad ke-21.” Dalam ingatan terbaru kita, tidak ada kata yang dapat memiliki arti yang berbeda bagi kelompok orang yang berbeda sebagai “globalisasi”, dan tidak ada kata yang dapat memanggil emosi yang kaya. Banyak orang melihatnya sebagai Nirvana dalam Buddhisme – yang diberkati, damai dan sejahtera, dan damai, tetapi pada saat yang sama beberapa orang melihatnya sebagai gangguan dan kekacauan baru.

Jika istilah “globalisasi” didefinisikan dengan benar dan diterapkan, orang akan merasa sangat berguna. Kita dapat sepenuhnya menafsirkan globalisasi sebagai tema utama sejarah manusia. Dalam beberapa dekade terakhir, tren globalisasi telah terus diperkuat dan kecepatannya semakin dipercepat, tetapi keuntungan dan kerugian yang muncul seiring dengan itu secara bertahap menjadi jelas. Sama seperti iklim Bumi yang menciptakan lingkungan alam kita di tahun-tahun yang panjang di masa lalu, puluhan ribu tahun interaksi dan pengaruh budaya dan sosial juga berkontribusi pada integrasi masyarakat manusia global saat ini.

“Globalisasi” adalah “Webster Dictionary” didefinisikan sebagai “ruang global dan di bidang praktek” untuk mempromosikan berbagai kegiatan, melahirkan penafsiran motif proses, dan proses ini telah berlangsung untuk waktu yang lama. Ribuan tahun sebelum akar kata “global” muncul dalam kata globalisasi, nenek moyang kita telah menyebar ke seluruh dunia. Bahkan, migrasi dan proses reproduksi mereka dapat dilihat sebagai globalisasi awal. Sekitar 50.000 tahun yang lalu, nenek moyang primitif manusia pertama kali muncul di Afrika bagian timur, dan mereka perlahan menyebar ke setiap penjuru dunia termasuk Amerika Selatan dan Amerika Utara. Pada akhir zaman es, karena meningkatnya air laut, Amerika dan benua Eurasia dipisahkan, membentuk dua benua hari ini. Tidak sampai Columbus secara tidak sengaja mendarat di pulau Karibia pada tahun 1492 bahwa kedua benua itu terhubung kembali. Pada tahun yang sama, ahli geografi Jerman Martin Behaim menemukan dunia.

Dampak Globalisasi Terhadap Perilaku Masyarakat

Rekoneksi manusia pada tahun 1492 ini disebut “pertukaran Columbus”. Ini adalah tonggak sejarah globalisasi karena penemuan Dunia Baru menyatukan orang-orang yang telah terpisah selama lebih dari 10.000 tahun. Untuk pertukaran spesies hewan dan tumbuhan, maknanya juga tidak biasa. Misalnya, kentang tanaman bulat di Peru telah menyebar ke seluruh dunia sejak itu, dan paprika Meksiko telah menyebar ke seluruh Asia. Dari Brasil ke Vietnam, kopi Ethiopia juga mulai menetap di seluruh bagian dunia. Selama periode ini, masyarakat yang berbeda tidak hanya berevolusi dengan cara yang berbeda dan membentuk struktur politik dan ekonomi yang berbeda, tetapi juga menciptakan teknologi yang berbeda, menanam tanaman yang berbeda, dan tentu saja yang paling penting adalah pengembangan bahasa yang berbeda dan Cara berpikir. Keragaman ini telah membuat rekoneksi berbagai peradaban yang berbeda menantang dan sangat bermanfaat.

Masyarakat kita tidak hanya tinggalnya di perkotaan namun hingga ke desa desa. Orang mengetahui dan kenal makanan yang berasal dari luar negeri. Kini pakaian orang Indonesia yang kebanyakannya tidak begitu berbeda dengan pakaian orang orang luar negeri yang kerap di tonton di layar TV. Disamping itu, orang Indonesia melakukan komunikasi banyak memakai Handphone, dan internet. Barang itu ada yang menjadi produk luar negeri atau sudah dapat di produksi di dalam Negeri.

Alat komunikasi sekarang ini telah kian berkembang. Alat transportasi yang serba cepat banyak dipakai di Negara kita. Kebiasaan nonton TV menjadi gaya hidup di rumah rumah. Dampak dari pemakaian berbagai alat yang serba modern itu, pemakaian uang masyarakat yang kian berkembang. Orang Indonesia sekarang ini memakai kartu yang dapat dipakai menjadi alat transaksi atau mengambil uang yang terdapat di bank dengan tak perlu berhubungan langsung dengan uangnya.

Di sektor ekonomi, peran negara kian dikalahkan oleh peran individu dan pasar bebas dengan begitu pendistribusian, pemerataan, dan kesejahteraan menjadi nomor dua. Dengan memakai teknologi yang lebih canggih maka kebutuhan pada tenaga kerja kualitasnya kian baik pula. Tenaga kerja kasar akan kian tak dibutuhkan. Kondisi yang demikian itu pada akhirnya akan memunculkan pengangguran yang nyata atau tak nyata.

Di sektor pertanian, lahan pertanian bakal kian berkurang sebab tak sedikit lahan yang selanjutnya dipakai untuk memperluas pabrikan atau perumahan. Dengan begitu juta limbah sebagai sisa produksi akan hadir sebab setiap pabrikan akan mengeluarkannya. Apabila limbah tak dikelola dengan baik maka bakal memunculkan pencemaran yang bakal mengganggu lahan subur, dapat rusak lingkungan tempat tinggal hewan, dan juga bakal berdampak pada kesehatan manusia.

Artikel Terkait

jelaskan dampak globalisasi dalam bidang kebudayaan
cara mengatasi dampak negatif globalisasi di bidang ekonomi
sebutkan 3 dampak negatif globalisasi di bidang teknologi
Globalisasi terjadi karena perkembangan yang pesat dalam apa saja

Dampak Globalisasi Terhadap Prilaku Masyarakat

  1. Masyarakat yang cenderung ingin serba cepat atau instan
  2. Gaya hidup yang cenderung kebarat-baratan atau mengikuti trend gaya hidup orang barat
  3. Bahasa inggris yang kental digunakan sehari-hari
  4. Ketergantungan terhadap teknologi informasi dan komunikasi
  5. Lunturnya kebersamaan dan semakin meningkatnya individualisme dan adanya rasa persaingan
  6. Perilaku konsumtif
  7. Gaya hidup masyarakat sehari-hari cenderung bergaya hidup mewah, barang barang bermerk
  8. Perilaku hedonisme
  9. Menghargai waktu menjadi sisi positif oleh globalisasi gaya hidup karena mereka beranggapan bahwa waktu adalah uang dan itu sangat berharga