Dampak2 Perubahan Iklim Akibat Pemanasan Global

Advertisement

Kali ini kita akan jelaskan Dampak2 perubahan iklim akibat pemanasan global. Pemanasan global bukan Cuma mengenai termometer. Suhu yang meningkat bakal mendatangkan banyak dampak pada ekosistem dan iklim, dan bisa mengganggu planet ini. Ketika kita berbicara tentang pemanasan global, seringkali sulit untuk benar-benar mengevaluasi konsekuensi yang dapat terjadi pada ekosistem ini. Kita tahu bahwa suhu sedang naik, dan kita bahkan berbicara tentang kenaikan hampir 2 derajat.

Apakah anda bisa membayangkan bila suhu naik 2 derajat saja?. Ini merupakan pertanyaan yang muncul secara alami. Apakah bakal betul betul berdampak serius jika suhu naik 2 derajat? Lagi pula, kita secara teratur mengamati adanya musim dingin yang begitu dingin, dan musim panas yang diselingi oleh adanya hujan, jadi iklimnya tidak bakal lebih membahayakan kalau naik 2 derajat lebih banyak? Jelas, jawabannya adalah tidak.

Pertama-tama, harus diingat bahwa, berpikir dengan cara ini, kita hanya memikirkan kenaikan itu berdampak pada Negara yang bukan padang pasir seperti Negara Kita. Namun mungkin anda pernah membaca di India, Mesir atau Iran, gelombang panas sudah sangat berdampak pada kematian lebih dari seratus orang. Di Maghreb sendiri, nyaris 800 orang dirawat di rumah sakit disebabkan oleh panas dan dehidrasi. Termasuk Afrika, Asia Selatan, Timur Tengah atau Amerika Latin, lebih dari dua pertiga planet ini telah kena pengaruhnya oleh pemanasan yang berbahaya. Dengan kondisi seperti ini, 2 derajat mewakili peningkatan yang agak mengkhawatirkan.

Selain itu, konsekuensi pemanasan global ini akan perbanyakan kejadian cuaca ekstrem. Dimana ia bisa berkontribusi pada peningkatan kejadian cuaca ekstrem. Gelombang panas, namun juga badai dan tornado, banjir atau kekeringan, atau kebakaran hutan. Beberapa analis bahkan memperkirakan bahwa siklon dapat terjadi di Teluk Persia , di mana kejadian ini saat ini tidak diketahui. Pemanasan atmosfer dan samudera bakal menciptakan kondisi yang menguntungkan untuk perkembangan fenomena meteorologi ini. Di daerah di mana badai dan tornado telah relatif umum, sebagaimana di Amerika Serikat bagian tenggara, mereka bakal menjadi lebih keras dan hebat, dan menyebabkan kerusakan yang lebih besar.

Dampak2 Perubahan Iklim Akibat Pemanasan Global

Secara keseluruhan, perubahan iklim bisa mengganggu sistem peredaran darah di iklim dan mengubah irama musim. Fenomena global seperti El Nino bisa ditekankan dan dimodifikasi, dengan konsekuensi mengubah kondisi iklim yang “normal”. Di tempat lain di dunia, seperti di Asia Selatan, monsun bisa menjadi langka, dan kemudian. Akhirnya, dengan iklim yang lebih hangat, penguapan air meningkat, dan dengan itu risiko hujan lebat dan banjir, terutama di Eropa. Selain itu, salah satu konsekuensi pemanasan global jelas bisa menjadi pertumbukan api dan kebakaran hutan, terutama di daerah hutan kering.

Transformasi ini kemudian akan membawa konsekuensi bagi keanekaragaman hayati. Jika perubahan iklim terjadi pada tingkat saat ini, akan sangat cepat bagi spesies hidup untuk menyesuaikannya dengan benar. Saat ini saat El Nino kuat, fauna lokal terpengaruh. Populasi ikan di pantai Amerika menurun tajam, dan predator mereka juga (terutama burung).

Dalam skala besar, perubahan iklim karenanya dapat mempengaruhi keanekaragaman hayati dan membuat banyak spesies serangga, tumbuhan dan hewan hilang. Ini sudah dimulai di Great Barrier Reef atau di daerah yang rapuh. Mamalia pertama yang hilang karena perubahan iklim adalah hewan pengerat kecil di Great Barrier Reef Island. Pemanasan global juga memiliki konsekuensi dramatis bagi lautan dan ekosistem laut. Peningkatan suhu dan konsentrasi CO2 mengganggu kehidupan plankton, menyebabkan pengasaman laut, dan mengurangi oksigenasi di wilayah laut.

Artikel Terkait

Jelaskan Dampak Positif dan Negatif Terjadinya Efek Rumah Kaca
Pengaruh Dampak Pemanasan Global Terhadap Lingkungan
Sebutkan 3 Usaha Mengatasi Terjadinya Pemanasan Global
Dampak Positif dan Negatif Bioteknologi Bagi Kehidupan

Dampak Perubahan Iklim Akibat Pemanasan Global

  1. Es meleleh di seluruh dunia, khusunya yang ada di kutub-kutub. Pelelehan ini meliputi gletser-gletser pegunungan, lapisan es yang menjadi selimut di Antarktika Barat dan Greenland, dan juga es lautan Arktik.
    Tak sedikit dari spesies yang sudah kena dampaknya dari adanya peningkatan suhu. Contohnya, peneliti yang mempunyai nama Bill Fraser, telah melakukan pelacakan penurunan populasi penguin Adelie di Antarktika, yang angkanya menurun dari 32.000 pasangan menjadi 11.000 dalam 30 tahun.
  2. Permukaan laut kian meningkat lebih cepat sepanjang abad terakhir.
  3. Sejumlah spesies kupu-kupu, rubah dan tanaman alpin sudah bermigrasi lebih jauh ke utara atau ke daerah yang lebih tinggi dan dingin.
  4. Presipitasi (hujan dan salju) sudah kian mengalami peningkatan secara rata-rata di seluruh dunia.
  5. Beberapa spesies invasive berkembang pesat. Contohnya, populasi kumbang kulit cemara meledak di Alaska berkat 20 tahun musim panas yang hangat. Serangga ini sudah memakan lebih dari 4 juta hektar pohon cemara.
  6. Cuaca menjadi tidak menentu
  7. Musim datang tidak sesuai dengan masanya
  8. Iklim atau cuaca menjadi terasa lebih panas
  9. Musim kemarau dan musim penghujan lamanya tidak sama

Jika pemanasan terus berlanjut, dampak lainnya antara lain:

  1. Permukaan laut diperhitungkan bakal naik antara 18 sampai 59 cm di akhir abad dan pelelehan es di kutub yang berlanjut bisa ikut serta dalam menaikan antara 10 sampai 20 cm.
  2. Angin topan dan badai-badai lainnya condong menjadi kian kuat.
  3. Banjir dan kekeringan bakal menjadi fenomena yang biasa terjadi. Curah hujan di Ethiopia, yang pada dasarnya sudah kerap dilanda kekeringan, dapat turun sampai 10 persen sepanjang 50 tahun ke depan.
  4. Krisis air tawar bakal menjadi fenomena yang biasa. Kalau tudung es Quelccaya di Peru terus menerus meleleh pada tingkat sebagaimana sekarang ini, tudung es tersebut bakal hilang di 2100. Dampaknya, ribuan orang yang bergatung pada es Quelccaya bakal kehilangan sumber untuk memenuhi kebutuhan minum dan energi listrik.
  5. Sejumlah penyakit bakal mewabah, sebagaimana halnya malaria dan virus zika. Ekosistem bakal berubah, sejumlah spesies bakal bergerak lebih jauh ke utara atau berhasil bertahan hidup, tetapi terdapat juga yang tak dapat selamatkan diri dan pada akhirnya bakal punah.
Advertisement