Faktor Apa Saja yang Mempengaruhi Pelapukan

Advertisement

Dalam jumpa kali bakal dibahas mengenai faktor apa saja yang mempengaruhi pelapukan. Pelapukan yaitu proses mekanis atau kimia yang memecah batu sehingga berupa potongan-potongan yang lebih kecil. Unsur fisik di alam, semisal angin, air, dingin dan panas, disimpan dalam fisik di bebatuan. Reaksi kimia yang melibatkan air, asam, dan gas atmosfer tertentu bercampur dengan mineral dalam batuan dan menghancurkannya, seperti air liur yang bekerja pada kue Anda ketika memakannya.

Diantara faktor yang memberikan pengaruh pada laju pelapukan adalah komposisi batuan. Batu tampak seperti struktur yang cukup mendasar, namun kenyataannya, kita melihat bahwa beberapa bagian besar batuan terdiri dari berbagai mineral. Mineral adalah zat padat yang dijumpai di dalam batuan yang punya komposisi kimia tersendiri. Mineral yang paling reaktif bila dicampur dengan air, oksigen atau unsur lainnya akan lebih cepat. Misalnya, beberapa batuan mengandung zat besi mineral. Besi bereaksi dengan oksigen untuk membentuk oksida besi, yang Anda kenal sebagai karat. Sebenarnya, dengan sedikit tekanan, Anda bisa menyodok jari Anda melalui sepetak karat yang menyebabkan besi menjadi tak kuat lagi. Kita melihat hal yang sama terjadi di bebatuan. Kehadiran besi di bebatuan membuat mereka lebih cepat dan pecah dengan mudah.

Sejumlah mineral lebih lembut dari yang lain, dan oleh sebab itu batuan yang kantongi kandungan mineral ini akan lapuk lebih cepat. Misalnya, mineral kalsit, yang biasa ditemukan di batu gamping, lunak dan sangat rentan terhadap pelapukan kimiawi. Bila terkena asam karbonat, yang bisa terbentuk saat karbon dioksida bercampur dengan air hujan, larut kalsit. Jenis pelapukan kimia ini sering terlihat dengan pembentukan gua. Kita juga melihat beberapa bebatuan lebih berpori daripada batuan lainnya, yang berarti batuan memiliki lebih banyak pori atau lubang di sepanjang strukturnya. Jika batuan sangat berpori, jumlah luas permukaan yang terpapar unsur atmosfer meningkat dan pelapukan dipercepat.

Selain itu, Iklim adalah faktor lain yang memainkan peran penting dalam tingkat pelapukan. Iklim sebagian besar didasarkan pada suhu dan curah hujan suatu wilayah. Air adalah elemen penting dalam pelapukan, jadi kita melihat iklim yang lebih basah cenderung lebih cepat untuk pelapukan. Suhu juga penting. Di laboratorium, ahli kimia sering menggunakan panas untuk mempercepat laju reaksi kimia. Sama seperti di laboratorium, kita melihat bahwa iklim yang lebih hangat mempercepat pelapukan kimiawi.

Faktor Apa Saja yang Mempengaruhi Pelapukan

Oleh karena itu, lingkungan yang hangat dan lembab, seperti daerah tropis, cenderung mengalami tingkat pelapukan yang lebih tinggi daripada iklim dingin dan kering. Misalnya, jika Anda membangun dinding batu kapur di tengah gurun kering, maka akan lama tinggal di sana. Tapi, jika Anda meletakkan batu kapur dengan ukuran yang sama di atas sebuah pulau tropis, batu itu akan mengalami laju percepatan pelapukan.

Faktor- faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Pelapukan

Pelapukan batuan bisa terjadi disebabkan oleh macam macam yang menjadi faktornya. Sekurangnya terdapat sejumlah faktornya yang bisa berpengaruh akan terjadinya hal itu, seperti yang telah kami sajikan dibawah ini:

  1. Keadaan Struktur Batuan : Struktur batuan yaitu sifat fisik dan kimia yang dipunya oleh batuan. Sifat fisik batuan, semisal warna batuan, sementara sifat kimia batuan yaitu unsur-unsur kimia yang terkandung dalam batuan itu. Kedua sifatnya itu yang kemudian menjadi penyebab adanya perbedaan daya tahan batuan dari pelapukan. Batuan yang gampang lapuk seperti halnya batu lempeng (batuan sedimen) dan batuan yang sulit untuk lapuknya itu seperti halnya batuan beku.
  2. Keadaan Topografi : Topografi muka bumi ikut menjadi pengaruh pada peristiwa pelapukan batuan. Batuan yang terdapat di lereng yang curam akan lebih condong untuk gampang lapuknya daripada dengan yang terdapat di area yang landai. Di lereng yang curam, batuan bakal begitu gampang untuk terkikis atau bakal gampang lapuknya sebab langsung bersentuhan dengan cuaca sekitar. Tetapi, untuk di lereng yang landai atau rata, batuan bakal terselimuti oleh macam macam endapan dengan begitu bakal melambatkan proses pelapukan dari batuan tersebut.
  3. Cuaca dan Iklim : Unsur cuaca dan iklim yang menjadi pengaruhnya pada proses ini yaitu suhu udara, curah hujan, sinar matahari, atau angin. Di wilayah yang mempunyai iklim lembap dan panas, batuan bakal cepat alami proses ini bila dibandingkan dengan wilayah yang mempunyai iklim dingin. Bergantinya temperatur antara siang yang panas dan malam yang dingin bakal kian membuat proses ini bertambah cepat.
  4. Keadaan Vegetasi : Vegetasi atau tanaman pun bakal turut mempengaruhinya. Akar-akar tumbuhannya bisa masuk di celah celah batuannya. Bila akarnya itu kian bertambah besar, maka kekuatannya bakal kian besar juga dalam menerobos bebatuan.
Advertisement