Hubungan Antara Efek Rumah Kaca Dengan Pemanasan Global

Sarana Bertanya kali ini akan coba jelaskan hubungan antara efek rumah kaca dengan pemanasan global. Efek rumah kaca berasal dari gas rumah kaca, yang disebut gas rumah kaca karena fungsi penyerapan gas seperti karbon dioksida, memungkinkan hanya sinar matahari masuk, namun mencegah pantulannya, sehingga mencapai efek pelestarian dan pemanasan. Efek rumah kaca terutama dikarenakan oleh pembakaran batubara, minyak dan gas alam yang berlebihan oleh masyarakat industri modern. Bahan bakar ini dibakar dan mengeluarkan sejumlah besar gas karbon dioksida ke atmosfer.

Karbon dioksida kantongi kegunaannya menyerap panas dan isolasi panas. Hasil peningkatan atmosfernya yaitu pembentukan penutup kaca tak bisa dilihat mata telanjang, yang membuat tidak mungkin panas terpancar dari matahari ke bumi untuk menyimpang ke angkasa luar. Akibatnya, permukaan bumi menjadi lebih panas. Karbon dioksida adalah gas rumah kaca yang paling melimpah, terhitung sekitar 0,03 persen dari total kapasitas atmosfir. Aktivitas manusia dan alam juga memancarkan gas rumah kaca lainnya: chlorofluorocarbons (CFCs), metana, ozon, dan nitrogen oksida.

Banyak gas terbatas lainnya juga menghasilkan efek rumah kaca, beberapa di antaranya lebih kuat daripada karbon dioksida. Misalnya, panas penyerapan per molekul metana adalah 21 kali dari karbon dioksida, dan oksida nitrat (N2O) lebih tinggi, yaitu 270 kali karbondioksida. Atmosfer, seperti rumah kaca yang menutupi, menahan sejumlah panas, sehingga bumi tidak akan seperti bulan tanpa atmosfer. Saat matahari bersinar, suhu naik dengan tajam, dan suhunya turun tajam tanpa sinar matahari. Beberapa teori percaya bahwa karena kenaikan gas rumah kaca, energi panas yang dipertahankan oleh bumi secara keseluruhan akan meningkat, yang menyebabkan pemanasan global.

Pemanasan global mengacu pada fenomena perubahan iklim yang disebabkan oleh pemanasan yang disebabkan oleh efek rumah kaca dari daratan, laut dan atmosfer selama periode waktu tertentu. Penyebab utama pemanasan global adalah banyaknya bahan bakar fosil yang telah digunakan manusia pada abad yang lalu untuk memancarkan sejumlah besar gas rumah kaca. Pemanasan global akan menyebabkan perubahan iklim global, redistribusi curah hujan global, pencairan gletser, tanah beku, dan kenaikan permukaan air laut, keduanya membahayakan keseimbangan ekosistem alami dan mengancam pasokan makanan manusia dan lingkungan hidup.

Hubungan Antara Efek Rumah Kaca Dengan Pemanasan Global

Peningkatan populasi secara dramatis merupakan salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap pemanasan global. Pada saat bersamaan, hal itu juga secara serius mengancam keseimbangan antara lingkungan ekologis alami. Dengan populasi yang begitu besar, karbon dioksida yang dipancarkan sendiri akan menjadi figur yang mengkhawatirkan. Hasilnya secara langsung akan menyebabkan peningkatan kandungan karbon dioksida di atmosfer. Karbon dioksida “efek rumah kaca” yang terbentuk secara langsung akan mempengaruhi perubahan iklim di permukaan bumi.

Efek rumah kaca khususnya dikarenakan oleh pembakaran batubara, minyak dan gas alam tanpa pikiran oleh masyarakat industri modern. Bahan bakar ini membakar dengan jumlah besar gas karbon dioksida ke atmosfer. Gas karbon dioksida kantongi kegunaanya menyerap panas dan isolasi panas. Buah dari peningkatan atmosfernya yaitu pembentukan penutup kaca tak kasat mata, yang bikin tak mungkin panas yang dipancarkan dari matahari ke bumi untuk menyimpang ke angkasa luar.

Akibatnya, permukaan bumi menjadi lebih panas. Karenanya, karbon dioksida juga disebut gas rumah kaca. Aktivitas manusia dan alam juga memancarkan gas rumah kaca lainnya, yaitu: chlorofluorocarbons (CFC), metana, ozon tingkat rendah, dan gas nitrous oxide. Bumi dapat menyerap sejumlah besar karbon dioksida, yaitu plankton di lautan dan hutan di darat. Sementara pemanasan global mengacu pada fenomena bahwa suhu atmosfer bumi dan lautan naik dalam kurun waktu tertentu, terutama mengacu pada kenaikan suhu yang disebabkan oleh faktor manusia. Saat ini, dianggap di seluruh dunia bahwa alasan utamanya mungkin disebabkan oleh rumah kaca. Akibatnya, efek rumah kaca telah menyebabkan pemanasan global.

Artikel Terkait

jelaskan dampak positif dan negatif terjadinya efek rumah kaca
apa akibat yang ditimbulkan oleh efek rumah kaca
Apa Saja yang Termasuk Gas Rumah Kaca
bagaimana cara menanggulangi efek rumah kaca

Hubungan Efek Rumah Kaca Pada Pemanasan Global

  1. Pengaruh Efek rumah kaca khususnya dikarenakan oleh pembakaran batubara, dll, mengeluarkan sejumlah besar gas karbon dioksida ke atmosfer.
  2. Karbon dioksida mempunyai kegunaannya menyerap panas dan isolasi panas, semakin meningkat di atmosfer bersama gas gas lainnya antara lain uap air, sulfur dioksida dan metana.
  3. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan dampaknya panas tersebut bakal tersimpan di permukaan Bumi. Keadaan ini terjadi terus menerus dengan begitu bakal akibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat. Apabila gas-gas tersebut telah berlebihan di atmosfer, akan mengakibatkan pemanasan global.
  4. Maka bisa dianggap bahwa alasan utama Pemanasan global itu adalah efek rumah kaca (efek rumah kaca telah menyebabkan pemanasan global).