Hubungan Antara Kelangkaan Dengan Permintaan dan Penawaran

Advertisement

Jumpa kini kami akan coba jelaskan hubungan antara kelangkaan dengan permintaan dan penawaran. Prinsip kelangkaan yaitu prinsip ekonomi dimana persediaan barang yang terbatas, ditambah dengan permintaan yang tinggi untuk barang itu, menghasilkan ketidakcocokan antara keseimbangan permintaan dan permintaan yang diinginkan. Dalam teori penetapan harga, prinsip kelangkaan memperlihatkan bahwa harga barang yang langka harus naik sampai keseimbangan dicapai antara penawaran dan permintaan. Namun, ini akan berdampak pengecualian terbatas hanya baik bagi mereka yang mampu membelinya. Jika sumber daya langka terjadi dari gandum, misalnya, individu tidak akan dapat mencapai kebutuhan dasar mereka.

Prinsip Kelangkaan di bidang Ekonomi : Ekuilibrium pasar tercapai bila pasokan sama dengan permintaan. Namun, pasar tidak selalu dalam ekuilibrium karena tingkat penawaran dan permintaan yang tidak serasi dalam perekonomian. Bila pasokan barang lebih dari sekadar permintaan untuk barang bagus itu, terjadi surplus kemudian, yang menurunkan harga barang. Disekuilibrium juga terjadi ketika permintaan untuk komoditas lebih tinggi daripada pasokan komoditas itu, yang menyebabkan kelangkaan dan, dengan demikian, harga yang lebih tinggi untuk produk itu.

Jika harga pasar, katakanlah gandum, turun, petani akan cenderung tidak menjaga keseimbangan pasokan gandum ke pasar karena harganya mungkin terlalu rendah untuk menutupi biaya produksi marjinal mereka. Dalam kasus ini, petani akan memasok lebih sedikit gandum ke konsumen, sehingga kuantitas yang ditawarkan turun di bawah jumlah yang diminta. Di pasar bebas, diperkirakan harga akan naik ke harga ekuilibrium karena kelangkaan kekuatan memaksa harga naik.

Ketika sebuah produk langka, konsumen dihadapkan pada analisis biaya-manfaat mereka sendiri, karena produk dengan permintaan tinggi namun persediaan rendah kemungkinan akan mahal harganya. Konsumen tahu bahwa produk ini lebih cenderung mahal tapi, pada saat yang sama, juga menyadari kepuasan atau keuntungan yang bisa diberikan kepadanya. Ini berarti bahwa konsumen hanya boleh membeli produk tersebut jika dia melihat manfaat yang lebih besar dari memiliki produk daripada biaya yang terkait dengan mendapatkannya.

Jelaskan Hubungan Antara Kelangkaan Dengan Permintaan dan Penawaran

Prinsip Kelangkaan dalam Psikologi Sosial : Konsumen menempatkan nilai yang lebih tinggi pada barang yang langka daripada barang yang melimpah. Psikolog mencatat bahwa ketika barang atau jasa dianggap langka, orang menginginkannya lebih banyak. Pertimbangkan berapa kali Anda melihat iklan yang menyatakan – jumlah persediaan terbatas, penawaran waktu terbatas, penjualan likuidasi, hanya beberapa barang yang tersisa dalam persediaan, dll. Kelangkaan pura-pura berdampak pada lonjakan permintaan komoditas. Pikiran kalau orang menginginkan sesuatu yang tak bisa mereka kendalikan untuk menginginkan objek itu lebih banyak lagi. Dengan kata lain, kalau terdapat sesuatu yang tidak langka, maka hal itu tak diinginkan atau dihargai sekedar itu.

Pemasar memakai prinsip kelangkaan sebagai taktik penjualan untuk mendorong permintaan dan penjualan. Psikologi di balik prinsip kelangkaan terletak pada bukti dan komitmen sosial. Bukti sosial konsisten dengan keyakinan bahwa orang menilai produk sebagai kualitas tinggi kalau langka atau kalau orang-orang tampaknya membelinya. Atas dasar komitmen, seseorang yang sudah berkomitmen untuk memperoleh sesuatu akan menginginkannya lebih jika dia tahu bahwa dia tak bisa memilikinya.

Artikel Terkait

Hewan Apa Saja yang Terdapat di Hutan Hujan Tropis
Jelaskan Karakteristik Kewirausahaan
Jelaskan Pengertian Sikap Relativisme Budaya
Faktor Apa Saja yang Mempengaruhi Pelapukan

Hubungan Kelangkaan dengan Permintaan dan Penawaran

Barang bisa dikatakan Langka apabila, permintaan banyak sementara penawaran sedikit (ketersediaan barang) dan karena kelangkaan barang ini, maka penawaran terhadap harga jual akan tinggi.

Advertisement