Jelaskan 3 Tingkat Keanekaragaman Hayati dan Contohnya

Kali ini Sarana Bertanya akan coba jelaskan 3 tingkat keanekaragaman hayati dan contohnya. Keanekaragaman hayati adalah istilah yang memiliki makna ganda. Pertama-tama ia dapat menunjukkan variabilitas yang hidup berdampingan di antara manusia. Kedua hal itu dapat dianggap sebagai keseluruhan spesies yang hidup di habitat suatu kelompok Bumi tertentu.

Keanekaragaman hayati adalah hal yang fundamental, karena memastikan keberadaan gen-gen berbeda yang melalui adaptasi mereka di habitat dan melalui evolusi mereka berkontribusi terhadap kesehatan planet ini. Bahkan, banyak gen yang mampu menyerap karbon dioksida dan mengeluarkan oksigen. Ketika iklim berubah, organisme dipaksa kembali beradaptasi dan kemudian berevolusi lagi.

Namun, dalam beberapa dekade terakhir, kerja manusia telah mempercepat laju kepunahan spesies alami dari seratus menjadi seribu kali dibandingkan dengan alam. Penyebabnya dapat ditemukan dalam pencemaran yang disebabkan oleh manusia, oleh pengenalan spesies asing yang telah mengubah kebiasaan hidup, oleh peningkatan konsumsi yang berasal dari peningkatan permintaan barang.

Selain itu, banyak spesies telah dibunuh untuk tujuan pakaian atau untuk pertahanan wilayah. Menurut IUCN, sekitar 1/4 mamalia dan 1/3 amfibi terancam punah. Konsekuensinya justru hilangnya keanekaragaman hayati dan penghancuran beberapa ekosistem. Sumber daya penting untuk kehidupan manusia di bumi terdiri dari hutan karena alasan berikut: Menghasilkan oksigen. Penggunaannya untuk produksi kayu. Perlindungan tanah.

Jelaskan 3 Tingkat Keanekaragaman Hayati dan Contohnya

Hutan membentuk 1/3 dari daratan yang muncul dan ditemukan di negara-negara terkaya seperti Kanada, Amerika Serikat, Rusia dan juga di Brasil dan negara-negara Amerika Latin lainnya. Setiap tahun sayangnya 13 juta hektar hancur untuk tujuan pembibitan. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah ini telah berkurang menjadi delapan juta hektar berkat operasi reboisasi. Dalam beberapa dekade terakhir, manusia telah sangat mengurangi jumlah hutan untuk pekerjaannya. Ini terutama menyangkut hutan hujan. Diperkirakan pada tahun 1950 ada 15 persen hutan hujan, sementara sekarang ada setengah dari mereka. Selain hutan, lingkungan alam yang terancam secara alami adalah lautan. Bahkan, mereka terus-menerus mengalami ancaman, seperti: penangkapan ikan berlebihan, polusi, perusakan lingkungan. Untuk penangkapan berlebihan, penyebabnya bisa ditemukan pada peningkatan populasi.

Tingkatan keanekaragaman hayati

  1. Keanekaragaman tingkat gen (genetika) : Adalah keanekaragaman yang terjadi antara individu satu dengan lainnya yang masih dalam satu spesies. Hal ini dikarenakan terdapatnya variasi komposisi atau susunan gen di masing-masing individu walaupun antara satu spesies, dengan begitu di dunia ini tak terdapat makhluk hidup yang serupa persis. Contohnya, variasi dalam spesies ayam yang melingkupi ayam cemani, ayam bangkok putih, ayam arab, dan ayam kampung.
  2. Keanekaragaman tingkat jenis (spesies) : Adalah keanekaragaman individu yang tak sama spesies. Menampilkan terdapatnya variasi bentuk, kenampakan, dan variasi sifat lainnya antara spesies satu dengan lainnya. Contohnya, variasi yang terjadi pada beberapa spesies unggas semsial ayam, bebek, itik, angsa, dan lain-lain.
  3. Keanekaragaman tingkat ekosistem : Makhluk hidup yang memiliki aneka ragam baik bentuk, kenampakan, dan sifat-sifat lainnya melakukan interaksi dengan lingkungan abiotiknya dan dengan jenis-jenis makhluk hidup lainnya yang banyak variasinya bakal membentuk berbagai macam ekosistem dengan begitu bakal bentuk keanekaragaman ekosistem. Contohnya, keanekaragaman ekosistem di Tanah Air ini menyentuh mencapai ± 47 ekosistem yang tak sama. Sejumlah ekosistem yang terdapat di Tanah Air kita antara lain: ekosistem hutan bakau, ekosistem pantai, ekosistem hutan rawa gambut, dan ekosistem hutan hujan tropis.