Jelaskan Fungsi Nabi Sebagai Basyira dan Nadziira

Advertisement

Pada jumpa kali ini Sarana Bertanya akan Jelaskan Fungsi Nabi Sebagai Basyira dan Nadziira. Islam mengajarkan bahwa Allah telah menjadikan para Nabi di antara umat manusia, di waktu dan tempat yang berbeda, untuk mengkomunikasikan pesan-Nya. Sejak awal waktu, Allah telah mengirimkan bimbingan-Nya melalui orang-orang pilihan ini. Mereka adalah manusia yang mengajar orang-orang di sekitar mereka tentang iman dalam Satu Tuhan Yang Maha Kuasa, dan bagaimana berjalan di jalan kebenaran.

Orang Muslim percaya bahwa semua nabi memberikan bimbingan dan instruksi kepada orang-orang mereka tentang bagaimana cara menyembah Tuhan dengan baik dan menjalani hidup mereka. Karena Tuhan adalah Satu, pesan-Nya telah satu dan sama sepanjang waktu. Intinya, semua nabi mengajarkan pesan Islam – untuk menemukan kedamaian dalam hidup Anda melalui penyerahan kepada Pencipta Yang Maha Kuasa; untuk percaya pada Tuhan dan mengikuti bimbinganNya.

Nabi Islam adalah Nabi terakhir dari Allah dan hirarki kenabian berakhir dengan diutusnya. Ini adalah salah satu ajaran Islam yang diwajibkan. Yang dimaksud dengan kewajiban adalah bahwa siapa pun yang bergabung dengan jajaran Muslim harus memahami bahwa semua Muslim percaya ini dan bahwa ini adalah salah satu keyakinan yang menentukan.

Sebenarnya, gerakan kemanusiaan dalam perjalanan menuju kesempurnaan telah melewati berbagai negara dengan pengiriman para nabi dan mereka telah mencapai tingkat atas cara ini sehingga mereka dapat berdiri di atas dua kaki mereka sendiri. Artinya, dengan mengandalkan ajaran universal Islam, mereka bisa menyelesaikan masalah mereka. Dengan kata lain, Islam adalah hukum terakhir dan itu adalah usia kedewasaan umat manusia. Dari sudut pandang keyakinan, ini adalah yang paling sempurna dari isi pemikiran agama dan dari sudut pandang praktik, ia telah dirumuskan sedemikian rupa sehingga ia dikoordinasikan dengan setiap zaman dan setiap generasi.

Jelaskan Fungsi Nabi Sebagai Basyira dan Nadziira

Tujuan Mengirim Para Nabi

  1. Membimbing umat manusia keluar dari pemujaan makhluk-makhluk ciptaan ke penyembahan Penciptanya, dari dalam keadaan perbudakan kepada penciptaan hingga kebebasan beribadat kepada Tuhan mereka.
  2. Mengklarifikasi kepada umat manusia tujuan penciptaan: menyembah Tuhan dan menaati perintah-perintah-Nya, serta menjelaskan bahwa hidup ini adalah ujian bagi setiap individu, suatu ujian yang hasilnya akan menentukan jenis kehidupan yang akan dipimpin setelah kematian; kehidupan penderitaan abadi atau kebahagiaan abadi. Tidak ada cara pasti lain untuk menemukan tujuan penciptaan yang sebenarnya.
  3. Menunjukkan umat manusia jalan yang benar yang akan menuntun mereka ke Surga dan menuju keselamatan dari Neraka.
  4. Mengungkap ‘dunia’ tak terlihat yang ada di luar indra normal dan alam fisik, seperti pengetahuan tentang Tuhan, keberadaan malaikat, dan realitas Hari Kiamat.
  5. Memberikan contoh-contoh praktis kepada manusia untuk menjalani kehidupan yang bermoral, lurus, dan berdasarkan tujuan, bebas dari keraguan dan kebingungan. Secara bawaan, manusia mengagumi sesama manusia, jadi contoh terbaik dari kebenaran untuk ditiru oleh manusia adalah dari para nabi Allah.
  6. Memurnikan jiwa dari materialisme, dosa, dan kelalaian.
  7. Menyampaikan kepada umat manusia ajaran-ajaran Tuhan, yang untuk kepentingan mereka sendiri dalam kehidupan ini dan di akhirat.

Artikel Terkait :

Sebutkan Langkah Langkah yg Ditempuh Umar bin Khattab Setelah Masuk Islam
Cara Nabi Muhammad SAW Menjalin Persahabatan Dengan non Muslim
Jelaskan Isi Khutbah Wada

Nabi Sebagai Basyira dan Nadziira

  • Basyiira : memberi kabar gembira bagi umat yang mengikuti agama Allah dan petunjuk Beliau bahwa bagi mereka pahala dan kelak akan dimasikkan ke dalam surga yang penuh kenikmatan.
  • Nadziira : pemberi peringatan bagi kaum yang ingkar dan tidak mau mengikuti jalan Allah dan Rasul-Nya, bahwa kaum yang ingkar kelak akan dimasukkan ke dalam neraka
Advertisement