Jelaskan Tujuan Kegiatan Ekspor dan Impor

Advertisement

Pada kali ini kita akan coba Jelaskan Tujuan Kegiatan Ekspor dan Impor untuk anda agar dapat memahaminya. Apakah anda tahu apa itu ekspor dan impor?, untuk mengetahuinya lebih baik maka coba bayangkan Budi, Dia merupakan presiden sebuah negara kecil. Diantara industri kunci negaranya yaitu elektronik konsumen. Sebetulnya, telah memimpin dunia dalam produksi tablet komputer. Negara Budi merupakan eksportir dan importir barang. Sebuah ekspor adalah penjualan barang ke luar negeri, sementara impor adalah pembelian barang-barang manufaktur asing di pasar domestik pembeli.

Negara Budi sudah sukses mengekspor tabletnya ke seluruh dunia, termasuk Kanada, Meksiko, Uni Eropa, Australia dan sejumlah negara di Asia. Di sisi lain, negara Budi mengimpor komponen yang berbeda dari negara-negara Asia yang dibutuhkan untuk memproduksi tablet komputernya. Dampaknya, negara-negara bakal kerap mengerjakan impor barang-barang yang dapat diproduksi secara efektif dan tak mahal oleh negara lain dan fokus pada pekerjaan produksi dan mengekspor barang-barang yang tidak berproduksi tinggi.

Mengekspor dan mengimpor membantu menumbuhkan ekonomi nasional dan memperluas pasar global. Setiap negara dikaruniai keuntungan tertentu dalam sumber daya dan keterampilan. Contohnya, sejumlah negara kaya dengan sumber daya alam, semisal adanya bahan bakar fosil, kayu, tanah subur atau logam mulia dan mineral, sedangkan negara lain kekurangan banyak sumber daya ini. Disamping itu, sejumlah negara punya infrastruktur, sistem pendidikan dan pasar modal yang begitu maju yang memungkinkan mereka terlibat dalam inovasi manufaktur dan teknologi yang kompleks, sedangkan banyak negara tak melakukannya.

Impor penting untuk bisnis dan konsumen individual. Negara-negara seperti Budi kerap butuh mengimpor barang-barang yang tak tersedia di dalam negeri atau tersedia lebih murah di luar negeri. Konsumen individu juga mendapatkan keuntungan dari produk yang diproduksi secara lokal dengan komponen impor dan produk lain yang diimpor ke negara ini. Kerap kali, produk impor kasih harga yang lebih baik atau lebih beragam pilihan kepada konsumen, yang bantu tingkatkan taraf hidup mereka.

Jelaskan Tujuan Kegiatan Ekspor dan Impor

Setiap negara ingin menjadi eksportir bersih daripada importir bersih. Mengimpor bukan berarti hal yang buruk sebab bakal beri kita akses ke sumber daya dan produk penting yang tak tersedia atau dengan biaya lebih murah. Tetapi, seperti makan terlalu banyak permen, dapat berdampak buruk. Kalau Anda mengimpor lebih dari yang Anda ekspor, lebih banyak uang meninggalkan negara dibandingkan masuk lewat penjualan ekspor. Di sisi lain, kian banyak negara yang mengekspor, kian banyak aktivitas ekonomi domestik yang terjadi. Lebih banyak ekspor artinya lebih banyak produksi, pekerjaan dan pendapatan. Kalau suatu negara adalah eksportir bersih, maka produk domestik bruto meningkat, yang merupakan nilai total barang jadi dan jasa yang dibuahkannya dalam jangka waktu tertentu. Dengan kata lain, ekspor bersih meningkatkan kekayaan suatu negara.

Namun mengekspor tak selalu merupakan usaha yang gampang. Negara Budi kerap menghadapi hambatan perdagangan formal dan informal yang menghambat ekspor tablet komputernya. Hambatan perdagangan formal yaitu hambatan untuk perdagangan yang sengaja diciptakan untuk tujuan yang jelas dengan begitu bakal mempersukar eksportir untuk menjual barang di pasar luar negeri, sedangkan hambatan perdagangan informal tidak mesti diciptakan untuk menghalangi impor barang tetapi punya dampak melakukan hal tersebut. . Mari kita lihat beberapa rintangan yang lebih umum!.

Negara Budi sering menghadapi hambatan perdagangan formal. Hambatan umum yaitu tarif, yang merupakan jenis pajak khusus yang dikenakan pada barang yang diimpor ke suatu negara. Tarif kerap bikin barang impor lebih mahal dari pada barang lokal yang sejenisnya. Misalnya, tarif yang dikenakan pada tablet perusahaan mungkin telah bikin berang itu lebih mahal dibandingkan tablet domestik kalau harganya lebih murah kalau tarifnya tidak dikenakan. Dengan demikian, tarif kerap dikenakan untuk memproteksi perusahaan domestik.

Negara Budi kerap menghadapi kuota impor, yang membatasi jumlah produk tertentu yang bisa diimpor ke negara selama periode waktu tertentu. Contohnya, negara tetangga mungkin membatasi jumlah tablet yang diimpor dari negara Budi. Ini artinya Budi cuma dapat mengekspor begitu banyak tablet ke negara itu. Terkadang, kuota tetap bakal dikenakan, yang merupakan batas absolut pada jumlah ekspor. Di sisi lain, terkadang sebuah negara bakal mengenakan biaya tambahan untuk impor yang melebihi tingkat tertentu. Negara Budi juga menghadapi hambatan perdagangan informal. Hambatan perdagangan informal bisa mencakup standar produk dan standar kesehatan dan keselamatan kerja. Sebuah produk harus memenuhi standar ini sebelum diizinkan untuk dijual di negara ini.

Negara melacak ekspor yang tersisa dan impor masuk. Neraca pembayaran suatu negara (BOP) merupakan catatan seluruh transaksi ekonomi antara negara dan seluruh negara lainnya. Ini mencatat seluruh impor dan ekspor. Misalnya, Amerika Serikat menyimpan neraca pembayaran yang mencatat seluruh transaksi antara dirinya dan setiap negara yang mengerjakan transaksi. Kalau neraca pembayaran positif, itu artinya lebih banyak uang masuk ke negara ini dibandingkan pergi keluar. Jika saldo negatif, itu artinya terdapat lebih banyak uang yang keluar dari negara daripada masuk. Bagian terbesar dari neraca pembayaran suatu negara merupakan neraca perdagangan (BOT). Anda dapat menghitung saldo perdagangan dengan mengurangkan impor negara dari ekspornya. Neraca perdagangan negatif artinya negara tersebut mempunyai defisit perdagangan – nilai impornya melebihi nilai ekspornya.

Nah, mari kita kita tinjau lagi apa yang sudah kita bahas barusan. Ekspor yaitu barang yang dijual di pasar luar negeri, sedangkan impor adalah barang asing yang dibeli di pasar domestik. Ekspor dan impor penting untuk pengembangan dan pertumbuhan ekonomi nasional sebab tidak seluruh negara punya sumber daya dan keterampilan yang dibutuhkan untuk memproduksi barang dan jasa tertentu. Walaupun begitu, negara memberlakukan hambatan perdagangan, seperti tarif dan kuota impor, untuk melindungi industri dalam negeri mereka.

Negara-negara dengan tekun melacak transaksi ekonomi mereka dengan negara lain dalam neraca pembayaran mereka (BOP). Neraca pembayaran positif mengandung arti lebih banyak uang masuk ke negara ini dibandingkan dengan yang pergi keluar, dan neraca pembayaran negatif mengandung arti lebih banyak uang keluar daripada masuk. Neraca perdagangan negara (BOT) merupakan komponen dari neraca pembayarannya, dan ditentukan dengan mengurangkan impornya dari ekspornya. Jika sebuah negara mengimpor lebih dari ekspor, ia mempunyai defisit perdagangan.

Artikel Terkait

Sebutkan 4 Musim di Belahan Bumi Selatan dan Utara
Sebutkan Akibat Adanya Gaya Gravitasi dan Contohnya
Apa yang Dimaksud Dengan Partikel Berikan Contohnya
Apakah Besok Akan Hujan Jelaskan Tandanya

Tujuan Ekspor

  1. Mengendalikan Harga Produk ekspor Dalam Negri
  2. Memperluas Pasar Bagi Indonesia
  3. Menambah Devisa Negara
  4. Mengenalkan Produk Dalam Negeri
  5. Meningkatkan Lapangan Pekerjaan
  6. Menjalin Kerjasama Antar Negara
  7. Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat
  8. Memperluas Produksi

Tujuan Impor

  1. Mengurangi Keluarnya Devisa Ke Luar Negri
  2. Memenuhi Kebutuhan Dalam Negri
  3. Mudah Memperoleh Bahan Baku
  4. Memperoleh Teknologi Yang Modern
  5. Menjaga Kestabilan Harga
Advertisement