Mengapa Upacara Nyangku Perlu Dilestarikan

Mengapa kegiatan masyarakat yang berhubungan dengan budaya seperti upacara nyangku perlu dilestarikan ? Kali ini Sarana Bertanya akan jelaskan. Budaya mengatur hampir setiap aspek kehidupan Anda dan seperti kebanyakan orang, Anda sama sekali tidak menyadari hal ini. Jika ditanya, Anda mungkin akan mendefinisikan budaya sebagai musik, sastra, seni visual, arsitektur atau bahasa, dan Anda tidak akan salah.

Tetapi Anda juga tidak akan sepenuhnya benar. Bahkan hal-hal yang dihasilkan oleh budaya yang kita rasakan dengan panca indera kita hanyalah manifestasi dari makna yang lebih dalam dari budaya – apa yang kita lakukan, pikirkan dan rasakan. Budaya sangat penting karena memungkinkan anggotanya berfungsi satu sama lain tanpa perlu merundingkan makna setiap saat.

Budaya dipelajari dan dilupakan, sehingga terlepas dari pentingnya kita secara umum tidak sadar akan pengaruhnya pada cara kita memandang dunia dan berinteraksi di dalamnya. Budaya itu penting karena ketika kita bekerja dengan orang lain, itu memungkinkan kita dan menghambat kita dalam kemampuan kita untuk memahami dan bekerja secara efektif bersama.

Upacara Nyangku adalah tradisi kelompok orang yang ada di Panjalu, Ciamis, Jawa Barat. Upacara ini diglar dalam rangka memberikan penghormatan pada Prabu Sanghyang Borosngora, raja Sunda pertama yang telah beragama Islam. Upacara ini sendiri adalah perwujudan dari rasa syukur warga disana atas masuknya ajaran Islam yang telah dibawa raja tersebut. Dengan demikian, tradisi ini digelar ketika datang bulan Maulid pada minggu keempat. Maksud penting dari adanya ritual ini yaitu pembersihan benda-benda pusaka yang dipunya oleh Kerajaan Panjalu.

Mengapa Upacara Nyangku Perlu Dilestarikan

Ritual ini mulanya dimulai dengan mengerjakan ziarah ke makam raja yang dikebumikan di Situ Lengkong, Panjalu, Setelah itu diteruskanlah dengan pencucian benda pusaka peninggalan raja semisal pedang. Orang orang yang bertugas sebagai pembawa benda pusaka pun memakai pakaian muslim dan pakaian adat Sunda. Orang orang tersebut jalan kaki dari Bumi Alit (rumah tempat menyimpan benda pusaka) ke Situ Lengkong. Sesudanya, benda-benda pusaka dibawa ke alun-alun dan ditaruh lagi di Bumi Alit. Bersama iringan rebana, para pembawa pusaka ke panggung utama tempat diadakannya pencucian benda pusaka. Benda-benda pusaka itu seterusnya dilakukan pembersihan dengan memakai air yang telah didoakan.

Tradisi pencucian benda pusaka dikerjakan dalam rangka mengingatkan warga supaya terus melakukan perbuatan baik. Sesudah pencuciannya itu, maka orang orang memperebutkan air bekas pencucian yang diambil dari beberapa mata air di Panjalu. Mereka umumnya percaya bahwa airnya itu bisa datangkan berkah. Sampai sekarang, ritual ini menjadi kebanggaan warga disana, dan masih digelar untuk mengenang kebesaran Kerajaan Panjalu pada masa lalu. Upacara ini pun masih selalu dinantikan, dan sebagai upaya untuk menjaga dan melestarikan Nyangku sebagai warisan

Jelaskan nilai-nilai yang ingin dilestarikan oleh masyarakat Panjalu ketika melakukan kegiatan adat di atas!. Sebagai tradisi dan budaya, Nyangku adalah warisan yang mesti dijaga dan dilestarikan. Tetapi sebagai hasil akulturasi dan proses negoisasi budaya dan agama, Nyangku mesti diberikan makna sebagai nilai-nilai yang bisa diadaptasi dengan tidak mesti meracuni aqidah tauhid umat. Upacara ini disamping dalam rangka menghormati leluhur dan menyucikan benda peninggalan kerajaan Panjalu, ia pun dilakukan dalam rangkamengingatkan lagi para warga disana untuk selalu mengerjakan perbuatan baik.

Mengapa Nyangku Perlu dilestarikan

Upacara adat harus dilestarikan dalam rangkan menghormati nilai-nilai budaya yang ditinggalkan para leluhur. Upacara adat Nyangku ini mempunyai karakteristik dan keunikan dalam memperkaya khazanah budaya Indonesia. Tentu telah seharusnya, setiap generasi penerus bangsa mempelajari upacara tradisional. Manfaat yang diraih dari budaya tersebut :

  1. Setiap tahapan prosesi Upacara Nyangku menyimpan pesan moral yang dapat dihayati oleh setiap orang.
  2. Simbol-simbol yang terkandung dalam setiap tahapan prosesi seharusnya digali lebih dalam memberi makna dalam kehidupan manusia.