Niat Puasa Ramadhan Arab Latin dan Artinya

Advertisement

Sarana Bertanya kali ini akan tuliskan Niat Puasa Ramadhan Arab Latin dan Artinya, yang akan kita hadapi di tahun 2018 sekarang. Ramadhan adalah bulan ketika umat Islam berpuasa dan berdoa untuk bisa lebih dekat kepada Allah. Ini adalah waktu untuk memperbaiki karakter moral dan fokus pada hal positif. Ketaatan adalah salah satu bukti dari keimanan. Ramadhan adalah bulan kesembilan dalam kalender Islam. Itu bisa berlangsung antara 29 dan 30 hari. Tanggal bervariasi setiap tahun, tergantung pada metodologi penglihatan bulan.

Panjang puasa juga berubah berdasarkan lokasi. Misalnya, jam puasa berkisar antara 10 jam di Chili dan 21 jam di Greenland, atau di New York, puasa bisa berlangsung 16,5 jam dari 3:54 pagi sampai dengan 8:17 malam. Selama jam-jam puasa tidak boleh makan dan minum. Satu tegukan air akan membuatnya batal. Orang Muslim dapat memakan hidangan sebelum fajar yang dinamakan Sahur. Setelah sholat magrib, umat Islam juga diperbolehkan untuk makan dan minum sebagai bagian dari berbuka puasa, sebuah pesta bersama keluarga dan teman-teman.

Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga saja, namun juga tidak ada seks, merokok, atau gosip yang diizinkan. Pada dasarnya, umat Islam seharusnya tidak melakukan apa pun yang dapat dianggap sebagai dosa dalam kehidupannya, terlebih lagi selama bulan suci Ramadhan. Sementara itu, wanita hamil, menyusui dan menstruasi dibebaskan dari puasa. Anak-anak, orang tua dan yang sakit juga tidak diwajibkan untuk berpartisipasi. 10 malam terakhir Ramadan adalah waktu pemujaan yang intens, diikuti dengan lebaran atau Idul Fitri yang menandai akhir Ramadan.

Sementara orang orang Muslim, mereka mengawali puasa pertama adalah dengan niat yang benar, yaitu untuk meraih derajat ketakwaan, bukan karena malu sebagai orang muslim bila dilihat tidak puasa oleh muslim lainnya, sementara baginya ada keharusan untuk melakukan ibadah tersebut. Niat itu adalah bangkitnya hati, dimana niat juga merupakan kehendak. Kehendak ini berbeda dengan keinginan.

Niat Puasa Ramadhan Arab Latin dan Artinya

Misalnya, anda hari ini menginginkan roti untuk dimakan tetapi rotinya itu pun tidak ada, dan anda tidak tahu bagaimana cara mendapatkannya, maka ini dinamakan dengan keinginan. Sementara kehendak terjadi ketika apa yang diingini itu bisa didapat oleh anda, tahu tata cara untuk mendapatkannya, maka sesuatu tersebut berada di wilayah kehendak. Contoh lainnya, misalnya, anda bisa hari ini untuk pergi ke pantai namun tidak bisa menghendaki bahwa di sepanjang perjalanan cuacanya akan cerah, maka menghendaki cuaca akan cerah adalah keinginan.

Tidak ada perbedaan orang orang yang mengucapkan niat puasa dengan lisan dan menyimpannya didalam hati sehingga hal itu tidaklah harus menjadi perdebatan apalagi sampai menjurus pada pertengkaran terutama di bulan Ramdhan. Sebab modal utama dari bangkitnya hati, yakni bertekad bulat dengan penuh kesadaran. Maka kadangkala dengan mengucapkannya bisa menghilangkan keraguan hati. Setiap pekerjaan pun menjadi berbeda tergantung bagaimana niatnya. Hal ini sebagaimana disandakan pada hadis populer tentang niat, yang artinya berbunyi;

Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah. (HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits)

Oleh karenanya, anda haruslah menjadikan puasa kali ini dilakukan semata karena untuk kedekatan kepada Allah, dengan harapan semoga bisa meraih ketakwaan, bukan karena sebenarnya merasa berat hati dan malu dengan tetangga bila tidak berpuasa. Bila hal itu masih terlintas dalam pekerjaan hati anda, maka bisa mengucapkannya dalam lisan, yaitu niat karena Allah, agar hilanglah keraguan tersebut. Berikut ini adalah cara mengucapkan Niat puasa Ramadhan.

Niat Puasa Ramadhan 2018 Dilaksanakan Pada

Dalam madzhab Syafi’i, kesempurnaan niat puasa Ramadhan adalah dengan lafal niat sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ الشَّهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shouma ghodin ‘an adaa-i fardhisy syahri romadhoona hadzihis sanati lillaahi ta’aala

“Aku niat puasa pada hari esok untuk melaksanakan kewajiban bulan Ramadhan tahu ini karena Allah Ta’ala”

Catatan Penting
Jumhur ulama mempunyai kesepakatan kalau niat wajib dilaksanakan di malam hari. Jumhur ulama juga, namun tidak madzhab Syafi’i mempunyai kesepakatan bila makan sahur telah dinilai niat puasa, kecuali bila ketika memakan makanan di waktu tersebut tidak mempunyai niat untuk puasa. Sedangkan menurut madzhab Syafi’i, makan sahur tak diniilai sebagai niat puasa terkecuali bila makan sahurnya disertai niat puasa.

Advertisement