Pengaruh Dampak Pemanasan Global Terhadap Lingkungan

Advertisement

Jumpa kali ini kita akan jelaskan bagaimana pengaruh Dampak Pemanasan Global Terhadap Lingkungan kita. Pemanasan global yakni kenaikan suhu bumi saat ini (baik darat maupun air) dan juga atmosfernya. Suhu rata-rata di seluruh dunia sudah mengalami peningkatan sebesar 0,75 ° C (1,4 ° F) selama 100 tahun terakhir sekitar dua pertiga dari kenaikan ini sudah terjadi sejak 1975. Di masa lalu, saat Bumi alami kenaikan suhu, itu merupakan hasil dari Penyebab alami namun saat ini hal itu dikarenakan oleh akumulasi gas rumah kaca di atmosfer yang mana itu adalah yang dihasilkan oleh aktivitas manusia.

Efek rumah kaca alami bakal berguna untuk jaga suhu bumi pada tingkat yang aman dengan begitu memungkinkan manusia dan banyak bentuk kehidupan lainnya ada. Tetapi, sebab Revolusi Industri, kegiatan manusia sudah secara signifikan beri peningkatan efek rumah kaca yang mana hal ini berdampak pada suhu rata-rata bumi naik hampir 1 Derajat C. Ini mendatangkan pemanasan global yang kita rasakan sekarang.

Meningkatkan tingkat gas rumah kaca meningkatkan efek rumah kaca dan hal ini bakal berdampak pada pemanasan global. Serangkaian penelitian ilmiah dan penelitian internasional sudah memperlihatkan, dengan kepastian lebih dari 90 persen, bahwa kenaikan suhu keseluruhan ini di dampak-kan oleh gas rumah kaca yang diproduksi manusia. Kegiatan semisal penggundulan hutan dan pembakaran bahan bakar fosil ialah sumber utama emisi ini. Temuan ini diakui oleh akademi sains nasional dari seluruh negara industri besar.

Pemanasan global bakal berikan pengaruh pada banyak tempat di seluruh dunia. Ini bakal percepat peleburan lapisan es, permafrost dan gletser yang bakal berdampak pada permukaan air laut rata-rata naik. Hal ini pun bakal ubah pola curah hujan dan cuaca di berbagai tempat, bikin sejumlah tempat menjadi lebih kering, dan pada waktu yang sama bikin tempat-tempat lain lebih basah, dengan badai yang kian kuat dan banjir yang meningkat. Perubahan ini sudah berikan pengaruh pada alam maupun masyarakat manusia dan bakal terus memiliki efek yang kian buruk kalau emisi gas rumah kaca selalu tumbuh pada kecepatan yang sama sebagaimana hari ini.

Pengaruh Dampak Pemanasan Global Terhadap Lingkungan

Apa yang menyebabkan pemanasan global?

Penyebabnya yaitu meningkatnya jumlah gas rumah kaca di atmosfer kita yang dihasilkan oleh aktivitas manusia, sebagaimana pembakaran bahan bakar fosil atau penggundulan hutan. Aktivitas ini menghasilkan sejumlah besar emisi gas rumah kaca yang bakal berdampak pada pemanasan global. Gas rumah kaca menjebak panas di atmosfer bumi supaya bisacukup hangat untuk menopang kehidupan, proses ini dinamakan efek rumah kaca. Ini adalah proses alami dan tanpa gas-gas ini, Bumi bakal menjadi begitu dingin untuk manusia, tumbuhan dan makhluk lainnya untuk hidup.

Efek rumah kaca alami ada disebabkan oleh keseimbangan jenis gas rumah kaca utama. Tetapi, sewaktu tingkat tinggi gas-gas ini menumpuk di udara, kain panas mulai terjebak dan mengarah pada peningkatan efek rumah kaca. Emisi yang didampakkan manusia ini sudah meningkatkan tingkat rumah kaca yang tingkatkan suhu di seluruh dunia dan mendorong pemanasan global.

Gas rumah kaca diproduksi baik secara alami maupun lewat aktivitas manusia. Sayangnya, gas rumah kaca yang dihasilkan oleh aktivitas manusia ditambahkan ke atmosfer pada tingkat yang jauh lebih cepat dibandingkan proses alami manapun yang bisa menyingkirkannya. Tingkat global gas rumah kaca sudah meningkat dengan dramatis sejak awal Revolusi Industri di tahun 1750an. Hanya sekelompok kecil aktivitas manusia yang menyebabkan konsentrasi gas rumah kaca utama (karbon dioksida, metana, nitrogen oksida dan gas fluorinated) meningkat:

  • Mayoritas emisi karbondioksida bikinan manusia berasal dari pembakaran bahan bakar fosil semisal batu bara dan minyak dengan begitu manusia dapat menyalakan berbagai kendaraan, mesin, tetap hangat dan menciptakan listrik. Sumber penting lainnya berasal dari perubahan penggunaan lahan (misal: penggundulan hutan) dan industri (misalnya: produksi semen).
  • Metana diciptakan oleh manusia selama produksi dan penggunaan bahan bakar fosil, peternakan dan pertanian padi, serta tempat pembuangan akhir.
  • Emisi nitrat oksida terutama disebabkan oleh pemakaian pupuk sintetis untuk pertanian, pembakaran bahan bakar fosil dan pengelolaan kotoran ternak.

Penggundulan hutan

Deforestasi sudah menjadi upaya besar oleh manusia dan mengubah hutan menjadi peternakan kantonfi sejumlah besar dampak sejauh menyangkut emisi gas rumah kaca. Selama berabad-abad, orang sudah membakar dan menebang hutan untuk membersihkan lahan pertanian. Ini punya efek ganda pada atmosfir yang keduanya memancarkan karbon dioksida ke atmosfer dan sekaligus mengurangi jumlah pohon yang dapat meniadakan karbon dioksida dari udara.

Saat lahan hutan dibersihkan, gangguan tanah dan peningkatan tingkat dekomposisi di tanah yang dikonversi, keduanya menciptakan emisi karbon dioksida. Disamping itu juga bakal tingkatkan erosi tanah dan pencucian hara yang bisa lebih mengurangi kemampuan daerah untuk bertindak sebagai penyerap karbon.

Artikel Terkait

Jelaskan Dampak Positif dan Negatif Terjadinya Efek Rumah Kaca
Apa Saja yang Termasuk Gas Rumah Kaca
Jelaskan Sistem Kerja Gas Rumah Kaca
Mengapa Jika Tidak ada Gas Rumah Kaca Bumi Tidak Bisa Dihuni
Bagaimana dampak pemanasan global?

Pemanasan global disamping bakal rusak iklim bumi, juga lingkungan fisik. Diantara efek yang paling terlihat dari pemanasan global dapat dilihat di Arktik karena gletser, es es permafrost dan es mencair dengan cepat. Pemanasan global merugikan lingkungan dengan sejumlah cara antara lain:

  1. Penggurunan : Meningkatnya suhu di seluruh dunia membuat daerah gersang dan semi kering bahkan lebih kering dari sebelumnya.
  2. Meningkatnya pencairan salju dan es : Di seluruh dunia, salju dan es mencair pada kecepatan yang jauh lebih cepat.
  3. Kenaikan permukaan air laut : Pemanasan global menyebabkan hal ini dengan mempengaruhi lautan dalam dua cara: suhu rata-rata yang lebih hangat menyebabkan air laut untuk memperluas (ekspansi termal) dan mencairnya dipercepat es dan gletser meningkatkan jumlah air di lautan.
  4. Badai dan siklon yang lebih kuat : Pemanasan global juga meningkatkan frekuensi siklon yang kuat. Setiap kenaikan 1 derajat C dalam suhu permukaan laut menghasilkan peningkatan frekuensi global kategori 4 dan 5 badai yang meningkat 31 persen.

 

 

Advertisement