Sebutkan 6 Cara Mengatasi Bencana Tsunami

Advertisement

Kali ini kita akan sebutkan 6 cara mengatasi bencana Tsunami, yakni gelombang lautan besar yang dihasilkan oleh gempa bumi besar di bawah dasar samudera atau tanah longsor besar ke lautan. Naik ke sejumlah kaki atau lebih tinggi, airnya bisa datang dan menyerang pantai dengan kekuatan yang bisa menghancurkan. Orang-orang di pantai atau di daerah pesisir rendah, misal muara dan sungai, harus bisa sadari kalau bisa tiba dalam sekian menit usai gempa bumi yang parah – dan periode bahaya bisa berlanjut selama berjam-jam.

Tsunami bisa terjadi setiap saat sepanjang tahun, siang atau malam. Ketika akan melarikan diri dari tsunami, pergilah setinggi dan sejauh yang Anda dapat melakukannya – idealnya ke titik 100 kaki di atas permukaan laut atau 2 mil jauhnya. Kadang-kadang, tsunami bisa membentuk dinding air (populer sebagai tsunami bore) namun tsunami umumnya mempunyai tampilan banjir yang selekasnya naik dan cepat surut. Mereka dapat serupa dengan siklus air pasang yang terjadi hanya dalam 10 hingga 60 menit, bukan 12 jam.

Tsunami merupakan serangkaian gelombang. Kerap kali gelombang awal bukan yang terbesar. Bahkan, gelombang terbesar mungkin tak terjadi selama beberapa jam. Mungkin juga terdapat lebih dari satu rangkaian gelombang tsunami kalau gempa bumi yang begitu besar memicu longsor lokal yang pada gilirannya memicu tsunami tambahan. Tsunami sering paling merusak di teluk dan pelabuhan, bukan cuma sebab ombak namun sebab arus keras yang mereka hasilkan di perairan setempat.

Tsunami paling tidak merusak di perairan samudera yang dalam dan terbuka. Gelombang pasang merupakan gelombang laut biasa, dan dikarenakan oleh pasang surut. Gelombang ini dikarrenakan oleh interaksi tarikan gravitasi bulan di bumi. “Gelombang pasang” merupakan istilah yang istilah dalam cerita rakyat umum untuk mengartikan hal yang sama dengan tsunami, namun bukan hal yang sama.

Sebutkan 6 Cara Mengatasi Bencana Tsunami

Dampak tsunami bahkan lebih buruk sebab melanda beberapa bagian termiskin dari negara-negara yang terkena dampaknya. Solusinya sekarang – seiring dengan berakhirnya konflik lokal – mest menjadi rencana rekonstruksi yang tidak cuma membangun kembali kemiskinan. Ini mesti menciptakan akses yang lebih baik ke air bersih, kesehatan dan pendidikan, mengurangi kelaparan, dan menurunkan tingkat kematian anak.

Tsunami, di samping bencana alam lainnya sebagaimana halnya semisal tornado, gempa bumi, kebakaran dan banjir, sudah terjadi sejak lama. Kata “tsunami”, yang merupakan bahasa Jepang untuk “gelombang besar”, bisa didefinisikan sebagai serangkaian gelombang besar yang begitu kuat yang dikarenakan oleh gangguan bawah air. Sebagian besar waktu, gempa bumi yang terjadi di dasar laut sudah menjadi penyebab paling umum dari tsunami, namun terdapat banyak hal yang bisa menyebabkan terjadinya. Sebagaimana banyak kejadian alam lainnya, Anda tidak bisa menghentikan tsunami terjadi atau memprediksi kapan akan terjadi. Cara terbaik untuk melindungi diri yakni dengan mengetahui apa yang mestinya dikerjakan jika terjadi tsunami.

Cara Mengatasi Bencana Tsunami

  1. Melakukan pemetaan terhadap daerah rawan genangan tertinggi jika ada tsunami
  2. Membuat jalur evakuasi
  3. Memberi informasi tmpat penampungan sementara yg cukup aman
  4. Menyebarkan gambar petadi pelosok daerah tempat tinggal masyarakat
  5. Melakukan pertemuan rutin untuk menambah pengetahuan mengenai tsunami
  6. Berkodinasi dengan BMKG,kepolisian,perda,rumah sakit
Advertisement