Sebutkan dan Jelaskan 3 Jenis Sumber Sejarah

Jumpa kali ini kita akan coba sebutkan dan jelaskan 3 jenis sumber sejarah. Mempelajari sejarah dapat meningkatkan konotasi dan kultivasi seseorang, dan itu juga dapat meningkatkan pemahaman kita tentang kehidupan. Ketika Anda melihat kembali peristiwa-peristiwa masa lalu, Anda mungkin menemukan beberapa aturan. Secara bertahap, Anda akan memahami kehidupan.

Sejarah dapat meningkatkan kemampuan Anda untuk menilai kehidupan, seperti pilihan, naik dan turun dalam hidup Anda, Anda akan menjadi bijaksana dan biasa di depan Anda. Beberapa manfaat dari belajar sejarah, diantaranya, pertama: belajar sejarah dapat menginspirasi kecerdasan. Misalnya, sejarah adalah batu asah, peran terbesarnya adalah mengasah pisau di kepala kita yang dinamakan kebijaksanaan. Batu asah tidak dapat membantu kita untuk menutup duri, hanya pisau yang bisa. Kedua: mempelajari sejarah dapat menilai situasi. Di dunia ini, semua jenis talenta dibutuhkan. Sejarah justru untuk menumbuhkan visi tidak terbatas pada kontemporer.

Selain itu, berguna untuk memahami peristiwa masa lalu negara dan bangsa kita sendiri, dan untuk memperkaya sistem pengetahuan kita, baik untuk pembelajaran dan untuk pembicaraan di masa depan. Pembelajaran sejarah yang komprehensif, dll., Membutuhkan lebih banyak pengetahuan untuk dibaca, dipahami, dihafalkan, dan dikuasai, dan harus meningkatkan efisiensi belajar.

Secara akademis: Belajar sejarah dapat memahami hukum sejarah, dapat membuat prediksi untuk masa depan, dan memahami masa depan. Sehingga bisa dikatakan, belajar sejarah adalah untuk masa depan, dan bagi umat manusia untuk lebih beradaptasi dengan masa depan. Ini dapat dikatakan sebagai peran terbesar dari sejarah pembelajaran, dengan kata lain, ini adalah masalah mengendalikan arah. Lebih lanjut, Anda bisa tahu benar dan salah, mengetahui tentang keuntungan dan kerugian dapat dicapai melalui eksplorasi orang dahulu. Ilustrasi dapat dipelajari melalui fakta-fakta historis untuk mengetahui apa yang harus mereka lakukan, atau apa urusan yang akan terjadi.

Sebutkan dan Jelaskan 3 Jenis Sumber Sejarah

Dalam hidup, pengetahuan sejarah dapat menjadi bahan pembicaraan Anda, Anda dapat bekerja sebagai pemandu wisata, dapat menjadi alasan mengapa orang lain mengagumi Anda, juga dapat membuat Anda lebih bijaksana dan lebih dewasa. Ketika Anda mencari pekerjaan, Anda juga seorang master profesional, tetapi jika sejarah Anda baik, perekrut tidak akan ragu untuk memilih Anda karena Anda dapat menggunakan sejarah sebagai cermin.

Artikel Terkait

Upaya Pemerintah Dalam Mengatasi Faktor Penghambat Integrasi Nasional
mengapa konflik dikategorikan sebagai interaksi sosial
Jelaskan Sisi Negatif dan Positif dari Suatu Konflik
sebutkan 5 faktor pendorong integrasi sosial

Untuk mempelajarinya, atau mengetahui peristiwa yang telah terjadi di masa lalu itu bisa diketahui kalau terdapat sumbernya yang mendukung. Adapun sumbernya itu terdiri dari 3, antara lain; pertama adalah Sumber lisan, yaitu dimana keterangan langsung dari saksi dari peristiwa yang pernah dilihatnya di masa lalu atau bisa pula dari mereka yang mendengar keterangan dari orang lain. Misalnya:  rekaman pidato, hasil wawancara, dan narasumber pelaku, atau saksi sejarah. Kedua, dari sumber tertulis, diimana untuk sumber ini bisa diraih lewat peninggalan peninggalan tertulis. Misalnya: prasasti, dokumen naskah, surat perjanjian , buku, makalah dll. Kemudian yang ketiga adalah sumber benda (artefak )  peninggalan benda benda budaya. Misalnya:  bangunan prasati,patung sejata dll.

Selanjutnya, menurut urutan penyampaiannya maka bisa dikelompokan pada 3 jenis pula, antara lain; Pertama, yaitu sumber primer: merupakan peninggalan asli sejarah semisal; prasasti, kronik, piagam,candi yang betul betul berasal dari masanya. Kedua adalah sumber sekunder; yaitu benda benda tiruan dari benda aslinya atau sumber pustaka hasil penelitian para ahli ahli sejarah, laporan penelitian, dan terjemahan kitab kitab kuno. Ketiga, Sumber terrier; yaitu buku-buku yang di susun menurut laporan penelitian para ahli tanpa mengerjakan penelitian langsung.