Sebutkan dan Jelaskan Jenis Jenis Irigasi

Jumpa kali ini kita akan sebutkan dan jelaskan jenis jenis irigasi. Bayangkan ketika hari yang panas, Anda berkeringat, dan matahari menyengat kulit Anda. Bukankah gelas air segar dan dingin menyegarkan? Tentu saja! Sekarang, bayangkan bagaimana tanaman Anda terlihat seperti berada dibawah matahari yang panas. Mereka mungkin tampak layu dan tak begitu hebat. Apa yang diperlukan oleh tanaman?. Jawabannya adalah air, sama seperti Anda!

Semua tanaman memerlukan air untuk melewati proses yang dinamakan dengan, fotosintesis , di mana mereka membuat makanan sendiri untuk tumbuh, berkembang, dan akhirnya menghasilkan buah dan sayuran yang kita makan. Bila tanaman tak punya air, mereka tak bisa mengerjakan proses ini, dan pada akhirnya mereka mati. Apa yang bakal terjadi kalau seluruh tanaman mati? Yah, kita juga akan mati! Kita tak punya makanan lagi, hewan yang kita makan tidak bakal mempunyai makanan, dan seluruh ekosistem kita bakal runtuh.

Inilah karenanya mengapa petani, sejak awal, telah memakai teknik yang dinamakan dengan irigasi. Irigasi merupakan proses pembuatan tanaman secara artifisial dengan air. Teknik ini begitu penting di daerah yang menerima sedikit hujan atau hujan tidak teratur. Terdapat banyak jenis irigasi, dan petani memilih yang mana yang bakal dipakainya berdasarkan lingkungan tempat mereka bertani. Mari kita membahas metode yang paling umum.

Jenis pertama adalah irigasi permukaan, yang memakai gravitasi untuk mendistribusikan air di atas lapangan. Air mengalir dari daerah dengan ketinggian yang lebih tinggi menurun untuk mencapai seluruh tanaman. Contoh klasik pengairan permukaan dapat ditemukan di sawah di benua Asia Timur atau di negara kita, di mana tanah digali menjadi teras dan air mengalir dari atas ke bawah, menyiram setiap bidang tanah.

Sebutkan dan Jelaskan Jenis Jenis Irigasi

Kemudian ada irigasi lokal memakai sistem tabung untuk memompa air ke seluruh lapangan. Bentuk ini termasuk irigasi tetes, yang mengantarkan tetesan air langsung ke akar tanaman. Anda mungkin sudah familiar dengan alat penyiram, entah ketika berlari melewatinya ketika kecil atau memakainya untuk menyirami rumput. Irigasi penyiram melibatkan sistem tabung bertekanan yang mengeluarkan air ke tanaman. Variasi meliputi irigasi perputaran dimana sistem sprinkler berputar, menerapkan air dalam gerakan melingkar. Selain ini masih ada banyak lagi jenis irigasi yang akan kami sebutkan dibawah.

Walaupun irigasi sudah memungkinkan kita untuk menciptakan pasokan makanan global yang besar, bukan tidak ada lagi masalah. Masalah utama irigasi yaitu kontaminasi hasil panen. Kalau bakteri atau bahan kimia hadir dalam persediaan air, semua bidang bisa dikompromikan. Sistem irigasi sebagaimana halnya anggaran pribadi; penting untuk tidak menghabiskan lebih dari yang Anda buat. Ini artinya tidak memakai air lebih cepat dibandingkan dengan saat diisi ulang di sumbernya. Jika ini terjadi, persediaan air dapat kering – tidak cuma untuk pertanian tapi juga untuk masyarakat sekitar.

Singkatnya, irigasi merupakan proses memakai metode buatan untuk menyediakan air untuk tanaman pangan. Permukaan irigasi melibatkan pemakaian gravitasi untuk menyebarkan air pada tanaman, sementara irigasi lokal memakai sistem tabung dan pompa untuk mengalirkan air ke akar tanaman. Berbagai teknik irigasi yang menggunakan alat penyiram untuk menyiram air di atas tanaman juga tersedia, seperti irigasi putaran, yang menyemprotkan air dalam lingkaran. Pivot pivot bergantung pada metode putaran, tapi di sini, alat penyiram juga bergerak dalam lingkaran, menutupi tanah dengan air. Secara lebih rinci, berikut adalah penjelasan dari beberapa di antara jenis jenis irigasi :

Artikel Terkait

Jelaskan Perbedaan Antara Hidroponik dan Aeroponik
Sebutkan 4 Ciri Ciri Negara Berkembang
Berikan Contoh Sinopsis Novel yang Benar
Sebutkan Ciri Ciri Kode Etik

Jenis Jenis Irigasi

  1. Irigasi Permukaan : Irigasi seperti ini biasanya dinilai menjadi irigasi paling jaman dulu di negara kita. Caranya yaitu dengan ambil air dari sumbernya, umumnya sungai, memakai bangunan berbentuk bendungan. Air seterusnya dikirimkan ke lahan pertanian memakai pipa atau selang memanfaatkan daya gravitasi.
  2. Irigasi Bawah Permukaan : Sebagaimana ia disebut, jenis irigasi ini memakai sistem pengairan bawah pada lapisan tanah untuk meresapkannya ke dalam tanah di bawah area akar memanfaatkan pipa bawah tanah atau saluran terbuka.
  3. Irigasi dengan Pancaran : Langkahnya yaitu dengan menyalurkan air dari sumbernya ke daerah fokusnya dengan pakai pipa. Di lahan yang menjadi fokusnya, ujung pipa disumbat dengan memakai tekanan khusus dari alat pencurah dengan begitu bakal datanglah pancaran air sebagaimana halnya hujan.
  4. Irigasi Pompa Air : Irigasi ini memanfaatkan tenaga mesin untuk dikirimkannya air dari sumber air, umumnya dari sumur, ke lahan pertanian dengan memanfaatkan pipa atau saluran.
  5. Irigasi Lokal : Irigasi lokal yaitu dengan cara kerja dengan dikirimkannya air dengan pipanisasi atau pipa yang dipasang di suatu area tertentu dengan begitu air cuma bakal mengalir di area tersebut saja.
  6. Irigasi dengan Ember atau Timba : Irigasi jenis ini dikerjakan dengan tenaga manusia.
  7. Irigasi Tetes : Sementara untuk yang terakhir ini memakai selang atau pipa yang berlubang dan diatur dengan tekanan tertentu. Dengan pengaturan yang sedemikian rupa, air akan bakal muncul dari pipa berbentuk tetesan dan langsung pada bagian akar tanaman.