Tujuan Agresi Militer Belanda 1 Mengalami Kegagalan Sebutkan

Pada jumpa kali ini Sara Bertanya akan sebutkan Tujuan Agresi Militer Belanda 1 Mengalami Kegagalan. Namun sebelum kami suguhkan jawabannya berdasarkan pelajaran sekolah, maka akan sedikit dijelaskan dulu mengenai apa itu agresi. Agresi, dalam hubungan internasional, tindakan atau kebijakan ekspansi yang dilakukan oleh satu negara dengan mengorbankan negara lain dengan menggunakan serangan militer yang tidak direncanakan.

Untuk tujuan reparasi atau hukuman setelah permusuhan, agresi telah didefinisikan dalam hukum internasional karena setiap pemakaian kekuatan bersenjata dalam hubungan internasional tidak dibetulkan oleh kebutuhan defensif, otoritas internasional, atau persetujuan dari negara di mana kekuatan digunakan. Banyak perjanjian dan deklarasi resmi sejak Perang Dunia I, termasuk Kovenan dariLiga Bangsa-Bangsa (pasal 10) dan PiagamPerserikatan Bangsa-Bangsa (pasal 39), telah berusaha untuk melarang tindakan agresi untuk menjamin keamanan kolektif di antara bangsa-bangsa.

Ketika berada di 15 Juli 1947, van Mook memberikan ultimatum agar RI melakukan penarikan mundur pasukan sekitar 10 km kebelakan dari garis demarkasi. Pastinya permintaan tersebut ditolak oleh pimpinan RI. Sementara untuk tujuannya dari agreasi itu yakni untuk bisa mengambil wilayah wilayah perbekebunan yang kaya dan yang mampunyai SDA, khususnya minyak. Tetapi sebagai kedok untuk untuk dunia internasional, penjajah memberikan nama agresinya itu sebagai Aksi Polisionil, dan berkata bahwa perbuatan itu sebagai urusan dalam negeri.

Letnan Gubernur Jenderal Belanda, Dr. H. J. van Mook memberikan pidatonya melalui radio bahwasanya Belanda tak lagi punya ikatan dengan Persetujuan Linggarjati. Di waktu ini, total tentaranya sudah berada lebih dari seratus ribu orang, dan dengan memakai persenjataan modern pada waktu ini, yang termasuk persenjataan berat yang dihibahkan oleh tentara Inggris dan tentara Australia. Konferensi pers di malam 20 Juli di istana, di mana Gubernur Jenderal HJ Van Mook memberikan pengumuman pada pers mengenai diawalinya Aksi Polisionil Belanda pertama.

Tujuan Agresi Militer Belanda 1 Mengalami Kegagalan Sebutkan

Serangan di sejumlah daerah, semisal di Jawa Timur, bahkan sudah dilakukannya dari 21 Juli malam, dengan begitu pada bukunya, J. A. Moor mencatat bahwa agresi militer Belanda I diawali di 20 Juli 1947. Mereka pun sukses dalam menerobos wilayah wilayah yang dikuasai oleh Republik Indonesia di Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dimana wilayah itu memang menjadi fokus serangannya, yang mana untuk sasarannya itu adalah wilayah perkebunan tembakau, di Jateng mereka kuasai semua pantai utara, dan di Jatim fokus utamanya itu yakni wilayah yang ada perkebunan tebu dan pabrik pabrik gula.

RI pada saat itu dengan resmi melayangkan aduan adanya agrresi ini ke PBB, sebab aresi militer ini dinilai sudah melanggar sebuah perjanjian Internasional, yakni Persetujuan Linggarjati. Penjajajah pun ternyata tidak memperhitungkan reaksi keras dari dunia internasional, juga diantaranya dari Inggris, yang kemudian tidak mendukungnya terhadap penyelesaian secara militer. Atas permintaan India dan Australia, pada 31 Juli 1947 persoalan agresi militer yang dilangsungkan Belanda dimasukkan ke dalam agenda Dewan Keamanan PBB, yang seterusnya dikeluarkanlah Resolusi No. 27 tanggal 1 Agustus 1947, yang isinya adalah seruan supaya konflik bersenjata disudahi.

Dewan Keamanan PBB de facto memberikan pengakuan akan eksistensi Republik Indonesia. Dimana yang demikian itu bisa dibuktikan pada seluruh resolusi PBB sejak tahun 1947, Dewan Keamanan PBB secara resmi memakai nama INDONESIA, dan tidak memakai Netherlands Indies. Semenjak resolusi pertama, yakni resolusi No. 27 tanggal 1 Augustus 1947, seterusnya resolusi No. 30 dan 31 tanggal 25 Agustus 1947, resolusi No. 36 tanggal 1 November 1947, dan resolusi No. 67 tanggal 28 Januari 1949, Dewan Keamanan PBB kerap memberikan sebutan konflik antara dua negara ini sebagai The Indonesian Question. Dengan adanya tekanan Dewan Keamanan PBB, maka di 15 Agustus 1947 Pemerintah Belanda pun mengeluarkan pernyataan bakal menerima resolusi Dewan Keamanan untuk menyudahi pertempuran.

Agresi Militer Belanda 1 Mengalami Kegagalan

Tujuan Agresi Militer 1 Mengalami Kegagalan Karena Republik Indonesia Mengadukan Agresi Militer Belanda ke PBB karena dinilai melanggar suatu perjanjian internasional, yaitu perjanjian linggarjati. Belanda didesak oleh PBB untuk menghentikan agresi militer 1.